Header Ads

Lakukan Galian C Tanpa Ijin,Drajad Diancam 10 Tahun Penjara

KAJEN - Drajad P (60) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penambangan Galian C ilegal di Dukuh Picis Desa Sengare Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan,Kemarin.

Sebelumnya,anggota Sat Reskrim Polres Pekalongan melaksanakan lidik terkait penambangan ilegal tersebut,selanjutnya Pada hari senin (03/02/2020) unit II Tipidter Sat Reskrim mendapatkan informasi tentang adanya usaha pertambangan Galian Batuan (sirtu) tanpa ijin milik  Drajad P (60) warga Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.

Pada hari Selasa (04/02/2020)sekitar pukul 14.00 Wib Sat reskrim polres pekalongan dipimpin Kasat Reskrim beserta anggota dalmas sat sabhara polres pekalongan melakukan pengecekan usaha galian batuan milik pelaku, setelah dilakukan pengecekan ternyata memang benar usaha galian batuan tersebut tidak berijin.

Selanjutnya dari hasil giat tersebut,tersangka, saksi-saksi dan barang bukti dibawa ke Polres Pekalongan untuk penyidikan lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan yakni 5 (lima) Unit Exavator,13 (tiga belas) Dump Truck yang digunakan
untuk mengangkut hasil tambang,1 (satu) buah buku tulis merk Okey warna Kuning motif batik garis, 1 (satu) buah buku tulis merk Okey warna Coklat motif batik serta 1 (satu) buah buku tulis merk Paperline warna ungu motif bunga yang didalamnya terdapat catatan pembelian batu, serta  1 (satu) buah Bolpoin Merk BOLPOINKU warna merah muda garis kuning.

Kini,Tersangka dijerat pasal 158 undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba,dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000.-(sepuluh miliar rupiah).(Ros-Nk)


Diberdayakan oleh Blogger.