Header Ads

Banyak OPD Yang Tidak Mencapai Target Pendapatan


KAJEN – Capaian Pendapatan DPU Taru Kabupaten Pekalongan melebihi target.Hal itu diungkapkan oleh anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan,Sumar Rosul dalam kunker di DPU Taru,Kamis (30/01/2020).

“OPD Yang memenuhi target DPU Taru (100%),Dinas Pariwisata bahkan melebihi target (147,57%) ,”ungkap Sumar Rosul.

Sementara itu,ternyata banyak OPD yang belum memenuhi target pendapatan di tahun 2019.

“Banyak juga yang tidak memenuhi target seperti di Disperindagkop (82,25%), RSUD Kraton (64,6%), RSUD Kajen (82,75), Dinkes (49) dan lain sebagainya,ini cukup banyak sekali. Hal ini yang bikin kami kecewa sekaligus prihatin,”ujarnya.

Lantaran menurutnya, target pendapatan itu diawali dari perhitungan oleh OPD itu sendiri. Sedangkan DPRD,hanya mengoreksi dan menyetujuinya.

“Tapi Ironisnya target pendapatan yang dihitung dan dipasang sendiri  tidak terpenuhi. Tentu ini perlu adanya evaluasi, apakah ada potensi kebocoran di situ, atau apakah ada kendala-kendala yang lainnya,”katanya.

Menurutnya,agar target pendapatan dapat tercapai maka harus dilakukan beberapa hal,pertama ,perlu ada upaya yang lebih maksimal untuk studi potensi pendapatan di masing-masing OPD yang menyumbang pendapatan tinggi.

“Kemudian yang Kedua, perlu ada dalam tataran pelaksanaannya menggunakan digital elektronik, terutama pada penarikan retribusi dan pajak, sehingga tingkat kebocoran semakin bisa terkurangi,”ucapnya.

Sedangkan yang ketiga,perlu political will atau kebijakan dari Bupati dengan target pendapatan ada yang terpenuhi, tidak terpenuhi, bahkan ada yang melebihi target harus ada perhatian serius dari Bupati.

“Karena target pendapatan ini diikat dalam APBD yang menjadi peraturan daerah (perda). Kalau tidak memenuhi target, boleh diartikan tidak sesuai Perda yang ditetapkan,Bupati harus merespon dengan reward dan punishment,” tuturnya.

Meskipun reward dan punishment tidak diatur dalam legal namun harus menjadi perhatian Bupati  untuk peningkatan kinerja OPD.


“Sebab kalau ndak ada seperti itu,maka OPD akan bekerja santai-santai saja,lha wong memenuhi target atau tidak ,tidak ada bedanya kok,sama saja kok  perlakuannya.Ini kan kurang mendidik dalam membangun Kabupaten pekalongan,” tandasnya.(Ros-Nk)

Diberdayakan oleh Blogger.