Header Ads

Semua OPD Di Kota Santri Diminta Berinovasi


KAJEN - OPD di Kabupaten Pekalongan inovasinya masih rendah.Itu diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi usai membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/01/2020).

"OPD dikita ini ada 72,inovasinya perlu ditingkatkan lagi,karena tahun kemarin ada 16 OPD yang melakukan inovasi untuk kemudahan pelayanan public,berarti baru 10 persen (OPD yang melakukan inovasi),"ungkapnya.

Dikatakan,dalam acara workshop tersebut menghadirkan narasumber kompeten, antara lain Bahrul Ulum, SE., M.Si (Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Brebes), Drs. Khaerul Abidin, MM., (Kabag Organisasi Setda Kabupaten Brebes), dan Muhammad Bisri, S.Sos., M.Ap (Frontline Service Coordinator Kompak Jateng).

"Ada dari narasumber pembanding dari Kabupaten Brebes karena brebes masuk top 45 nasional,kita baru masuk top 20 jawa tengah.Jadi kalau bicara inovasi kabupaten pekalongan ini perlu belajar lagi dari luar daerah,"ujarnya.

Menurutnya tujuan inovasi OPD adalah untuk memudahkan pelayanan public bukan hanya untuk mendapatkan reward atau penghargaan.

"Tujuannya hanya satu untuk memudahkan pelayan public bukan untuk gagah-gagahan terus dapat penghargaan.Seperti di dinas kesehatan,RSUD,dinas pendidikan dan disemua OPD harus punya inovasi termasuk di desa.Ya kurang inovasi,kelemahannya antara kemampuan dan kemaunnya tidak paralel,"tuturnya.

Bupati meminta semua OPD harus memiliki inovasi semua di tahun 2020 ini,jika tidak maka pihaknya akan melakukan evaluasi.

"Saya minta tahun 2020 seluruh OPD termasuk Kecamatan dan Puskesmas harus melakukan inovasi. Karena apa? Agar masyarakat mendapat pelayanan semakin mudah," tandasnya.

Kegiatan diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan dan perwakilan dari seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan.(Ros-Nk)

Diberdayakan oleh Blogger.