Header Ads

Candra Saputra Konfirmasi Ke Puskesmas Sragi I,Terkait Viralnya Kasus Ambulance


KAJEN - Viralnya kasus pasien serangan jantung yang dipersulit meminjam ambulance milik Puskesmas Sragi 1 ,anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra dan Shinanta Previta Anggreani mempertemukan kedua belah pihak untuk konfirmasi,Jum'at (03/01/2020).

"Pertama kita silaturahmi,kedua banyaknya masukan masyarakat terkait insiden pasien yang dipersulit menggunakan ambulan,tadi dijelaskan bahwa penggunaan ambulance harus menggunakan SOP,"ujar Candra Saputa.

Dikatakan,peminjaman ambulance sesuai SOP harus menggunakan infus,sehingga menjadi alasan Puskesmas Sragi I untuk tidak meminjamkan ambulance.

"Semalam pasien katanya tidak bisa diinfus sudah 4 kali gagal,jadi puskesmas sragi 1 ini tidak bisa meminjamkan ambulance karena sesuai SOP penggunaan ambulance harus diinfus,"ujarnya.

Menurutnya,perlu sekali dilakukan peninjauan terkait Perbub yang mengatur penggunaan ambulance dan tarifnya.

"SOP itu kan juga ada perbub nya termasuk tarifnya,itu diatur di Pebub.Jadi nanti saya dan istri akan mengangkat masalah ini dengan dinas kesehatan dan Bupati bahwa perbub ini perlu ditinjau ulang terkait penggunaan ambulance dan tarifnya,kebetulan istri saya komisi D,"tandasnya.

Keluarga Pasien,Taufik menuturkan kejadian bermula pada pukul 23.30 Wib,saat nenek istrinya sakit lantaran serangan jantung kemudian masuk UGD.

"Setelah masuk UGD kemudian dipasang oksigen dan dipasang infus sampai 4 kali tapi tidak masuk,kemudian disuruh rujuk,dan hanya dipinjami selang oksigen dan tabung,tapi tidak dipenjemi ambulance karena tidak terpasang infus,padahalkan infus kewenangan mereka,saya kecewa karena SOPnya tidak fleksibel,"tuturnya.

Kemudian,pihaknya dibantu pak Candra Saputra untuk ambulance dan harus menunggu sekitar setengah jam,padahal neneknya sudah sesak nafas.

"Saya berharap pelayanannya lebih baik lagi,Saya terimakasih sudah dibantu pak candra,semoga pak candra bisa merubah SOPnya,"harapnya.

Sementara itu,Kasubag TU Puskesmas Sragi I,Sri Kiswinati mengatakan,memang ada pasien yang datang dengan keluhan sesak dan harus dirujuk ke ICU Rumah sakit.

"Kita tidak pernah menolak karena kita sesuai aturan dan prosedur,ambulace boleh digunakan untuk rujukan pasien.Kita telfon dulu ke Rs kalau ada tempat baru dirujuk,"katanya.

Ditambahkan,Sopir Ambulance Puskesmas Sragi I,Barok mengatakan bahwa ia harus memegang SOP.

"Keluarga pasien minta diantarkan ke rumah sakit tapi ini belum ditelpon,tapi saya kan pegangnya SOP dan peraturan di puskesmas kan harus bawa surat rujukan,kalau tidak begitu pasti saya ditolak rumah sakit dan harus pindah-pindah rumah sakit,itu yang sering terjadi di lapangan,saya tadi malam lihat dilapangan begitu ya saya tidak berani,"imbuhnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.