Header Ads

Pasar Kajen Semrawut,Komisi B DPRD Lakukan Sidak



KAJEN - Terkait penataan pedagang yang masih semrawut dan Pasar yang terlihat kumuh,Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan sidak ke Pasar Induk Kajen,Jum'at (27/12/2019).

Rombongan Komisi B yang terdiri dari Ketua Komisi B,Sumar Rosul,Candra Sapura dan anggota lainnya, ditemui langsung oleh Kepala UPT pasar Induk Kajen,Sunaryo.

Sumar Rosul mengatakan,penataan pedagang harus dilakukan dengan baik agar semua pedagang bisa melakukan jual-beli dengan lancar.

"Pertama Pemkab perlu memperhatikan penataan pedagang agar semua bisa melakukan jual beli dengan lancar,tanggungjawab Pemda terkait Fasum dan Fasos agar ditangani,pintu masuk dari utara dan selatan juga masih seperti itu,"ungkapnya.

Dikatakan,jika permasalahan tersebut merupakan tanggungjawab pemda,maka pemda harus menindaklanjuti.Kemudian terkait retribusi parkir  yang belum memenuhi target yang sampai akhir tahun ini baru 47 persen,menurutnya,tentu ada yang perlu diperbaiki.

"Kemudian,untuk sampah yang menumpuk di Pasar Kajen kita koordinasikan dengan komisi terkait untuk bersama-sama kita tindaklanjuti,karena pasar menjadi perhatian bersama sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat,"katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Wakil Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan,Candra Saputra,menurutnya,terkait kerusakan di Pasar kajen harus di tangani oleh pihak yang bertanggungjawab sesuai MoU.

Sementara itu Kepala UPT Pasar Induk Kajen,Sunaryo mengaku senang atas kunjungan tersebut,dan berharap apa yang akan diusulkan Komisi B ke Pemkab bisa terealisasi,demi pedagang agar bisa berdagang dengan lancar.

"terkait retribusi target kami Pasar Induk Kajen Rp 1, 1 Miliar, sedangkan sampai hari ini Jumat (27/12) baru mencapai Rp 979 juta atau 95 persen.Retribusi setiap hari Rp 2.200.000 terdiri dari 254 kios pedagang. Sekarang target tinggal sekitar 5 persen, semoga akhir 2019 tercapai,"tandasnya.

Pihaknya juga mengakui,adanya pedagang berpindah tempat dagang lantaran dinilai kurang strategis,sehingga mereka memilih tempat dagang yang lebih banyak dilalui pengunjung pasar.(Ros-Nk)




Diberdayakan oleh Blogger.