Header Ads

Ikut Program Transmigrasi,7 Warga Kota Santri Diberi Pembekalan


KAJEN - Sebanyak 2 KK,total berjumlah 7 jiwa mengikuti program transmigrasi,mereka adalah warga Desa Lemahabang Kecamatan Doro,Kabupaten Pekalongan.Sebelum terbang ke Kalimantan  mereka diberikan beberapa pembekalan oleh Pemkab Pekalongan.

Hal itu diungkapkan oleh,Kepala  DPMPTSP Dan Naker Kabupaten Pekalongan,Edy,saat ditemui dikantornya,Rabu (04/12/2019).

"Untuk transmigrasi kita mengirimkan 4 KK,namun yang 2 KK membatalkan diri dengan alasan yang pertama karena kecelakaan dan yang kedua karena anaknya menikah,karena catatan di transmigrasi kan tidak bisa dipaksakan,jadi tidak bisa memaksa,"ungkapnya.

Menurutnya,mereka telah diberangkatkan dari Kabupaten Pekalongan pada tanggal 3 desember 2019 dan dilepas oleh gubernur Jawa Tengah pada hari ini, 4 desember 2019.

"Mereka dilepas oleh gubernur dari Transiti Tugu Muda Semarang ke  Tanjungbuka Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara,"ujarnya.

Dikatakan,di Semarang,transmigran dari Kabupaten Pekalongan bergabung dengan transmigran asal Kab/Kota lain di Jawa Tengan dengan total sebanyak 257 KK yang dibagi ke beberapa daerah,diantaranya ke Upt Tanjungbuka  Kab.Bulungan Kalimantan Utara,Upt khahingae Kab.Lamando Kalimantan Tengah dan Upt Saluwandeang Kab.Mamuju Tengah Sulawesi Barat. 

"Pembekalan pelatihan sudah kita berikan,kita juga berikan bantuan sosial masing-masing KK 14 juta,jadi kalau 2 KK berarti 28 juta dan kemarin sudah saya tanya ternyata transferannya sudah masuk.Mereka juga ada yang membawa bekal (bibit) lombok,karena saya bilang jangan njagerke (mengandalkan) yang jangka panjang,kalau lombok,pepaya kan tiga bulan saja,"tandasnya.


Ditambahkan,para transmigran dibekali ketrampilan sehingga siap bekerja maupun wirausaha di lokasi transmigrasi.Untuk jangka panjang mereka membawa bekal bibit durian bawor,bibit durian keongmas dan bibit cengkih.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.