Header Ads

Komisi D Lakukan Klarifikasi RSUD Kajen


KAJEN - Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan melakukan Sidak ke RSUD Kajen,kunjungan tersebut terkait adanya kejadian pasien BPJS yang diberitakan ditolak RSUD Kajen dan akhirnya meninggal dunia,Kamis (10/10/2019).

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari Kholis Jazuli,Rokhyasin,  Sabdo, Syamsul Bahri,  Shinanta Previta Anggraeni,  Fatkhiana,  Endang Suwarningsih,dan Warti Suci Jiun mengaku sangat menyayangkan kejadian yang menimpa pasien Badriyah (57) warga Dukuh Sontel Desa Legok kalong Karanganyar.Meskipun,pihak RSUD Kajen mengaku bahwa petugas sudah melaksanakan tugas sesuai SOP.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan  Kholis Jazuli menuturkan bahwa kedatangannya bersama rombongan untuk mengklarifikasi terkait kasus yang sudah diketahui masyarakat luas.

"Kita serombongan komisi D ke ke Rumah Sakit Kajen melakukan klarifikasi,karena semua masyarakat sudah tau kasus itu,maka kita klarifikasi agar tidak simpang siur,kami perlu tabayun,"ujarnya.

Dikatakan,dari kunjungan tersebut,pihaknya tidak bisa menyalahkan RSUD 100 persen karena aturan BPJS memang mempersulit masyarakat dan mempersulit rumah sakit.

"Kami berpesan agar pelayanan di rumah sakit harus maksimal,dokter juga harus punya inisiatif ,agar kejadian seperti kemarin itu tidak terjadi lagi,hanya karena masyarakat memakai BPJS atau umum,"pesannya.

Endang Suwarningsih mengungkapkan,bahwa apabila dalam 12 jam pasien yang ditolak Rumah sakit meninggal,maka menurutnya pasien tersebut memang gawat darurat.

"Tadi dari rumah sakit mengatakan bahwa ada prosedur dari BPJS yang mempersulit sehingga pelayanan kadang tidak maksimal,karena menurut rumah sakit ini banyak diagnosa-diagnosa yang tidak tercover BPJS,tapi kalau dalam 12 jam pasien meninggal ya menurut saya itu gawat darurat,"tandasnya.

Sementara Direktur RSUD Kajen,  Amrozi Taufik menyatakan kunjungan Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan untuk telusur, investigasi atau klarifikasi terkait dengan kasus yang terjadi di rumah sakit. 

"Alhamdulillah setelah kita beri edukasi,mereka bisa memahami,karena kita memang bekerja diatas aturan-aturan yang tidak bisa kita langgar.Sekarang aturan BPJS lebih sulit dari pada yang jaman dulu,tapi kedepan kita akan lebih baik,"pungkasnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.