Header Ads

Popda Kabupaten Pekalongan Dikeluhkan Mengalami Kemunduran


KAJEN -  Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK tingkat SMA menghadiri pertemuan dengan perwakilan Dinporapar di salah satu rumah makan di Kota Kajen, Selasa (17/09/2019). 

Sugiharjo,yang merupakan guru olahraga di SMAN Kandangserang, didampingi beberapa guru olahraga lainnya  mengungkapkan, bahwa managemen pembinaan olahraga oleh Dinporapar carut marut.

"Kehadiran kami di sini untuk menyamakan visi misi,karena kok semakin kesini penyelenggaraan POPDA semakin menurun,"ungkapnya.

Menurutnya,selain managemen dari Dinporapar yang kurang baik,penghargaan terhadap atlet-atlet berprestasi di dinas ini malah mengalami penurunan dari sebelumnya saat dipegang Dindikbud. 

"Bahkan penghargaan terhadap anak- anak semakin berkurang. Dulu saat dipegang Dindikbud untuk penghargaan siswa-siswi  yang juara 1 mendapatkan uang pembinaan Rp 100 ribu lebih, piagam, dan piala. Tapi kali ini hanya Rp 76 ribu untuk perorangan. Untuk beregu dulu Rp 1,2 juta,sekarang hanya kurang dari Rp 400 ribu,"tuturnya.

Ditambhkan,untuk tahun pertama dan kedua,pihaknya masih mensuport, namun untuk tahun ketiga ini pihaknya ingin tahu persoalannya apa, apakah anggaran yang memang tidak ada atau apa,apalagi pernah atlet yang meraih medali pulang ke rumah tanpa membawa langsung piagam dan piala. 

Ditemui terpisah,Darsono,Kasi Pengembangan Bakat dan Prestasi Dinporapar Kabupaten pekalongan menanggapi masalah yang terjadi,pihaknya menuturkan,masalahnya adalah kurangnya komunikasi dengan para pembina olah raga ditingkat bawah.

"Sebenarnya SMA/SMK itu kan dikelola oleh Provinsi,namun dalam Popda Kabupaten ini memang boleh ikut.Dan untuk popda ini urutannya ada Popda Kabupaten,Popda Karisidenan,bahkan provinsi,jadi kami sesuaikan dengan jadwal,memang mungkin ada yang puas dan tidak,namun intinya kami memang masih berproses membangun olahraga di Kabupaten Pekalongan,"ujarnya.

Adapun mengenai Uang pembinaan,piagam dan piala yang dikeluhan,pihaknya memang mengutamakan berjalannya popda terlebih dulu meskipun anggaran seringkali belum ada,sehingga uang pembinaan,piagam dan piala seringkali terlambat.

"Tapi untuk tahun 2019 ini kami jamin Popda lebih baik, tidak seperti tahun 2018 memang itu kami akui,tahun ini uang pembinaan,piagam,piala sudah disiapkan,"pungkasnya.(Ros-NK)


Diberdayakan oleh Blogger.