Header Ads

Polres Pekalongan Menggelar Ekspose Pengedar Uang Palsu

Kajen - Polres Pekalongan Melakukan Pers Rilis mengenai Pengedar Uang Palsu. Kejadian Berawal dari Unit Resmob dan Unit Reskrim Polsek Kedungwuni pada hari Rabu 04/09/2019 pukul 21:00 Wib, lokasi di bebekan kedungwuni yang mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi uang palsu yg dilakukan saudara Akhmad Taufik alias AT yang berasal dari Grobogan.

Kemudian Unit Resmob dan Unit Reskrim Polsek Kedungwuni melakukan penyamaran sebagai pembeli, dan akhirnya tertangkaplah saudara AT. dengan barang bukti beberapa uang mainan sekitar 4.192 lembar jika di rupiahkan ada Rp.74juta yang siap di edarkan.

Dikatakan Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan S.H., S.I.K., M.si modusnya dalam mengedarkan uang palsu adalah dengan menjualnya kepada anak-anak. biasanya peredaran upal ini marak menjelang lebaran. "AT di kenakan pasal 36 ayat 3 UU 7 2011/ 36 ayat 2 2011 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda uang sebesar Rp. 50 Milyar" imbuhnya.

Sementara itu Kepala BI tegal M Taufik Amrozi mengatakan, pihaknya perlu menggali lebih jauh lagi. BI sendiri sebagai otoritas yang diamanatkan  oleh UU no 7 tahun 2011 yang berwenang untuk  menentukan uang itu palsu atau bukan.

"Rupiah yang layak edar di masyarakat sesuai dengan kualitas yang baik, dan itu benar-benar asli tidak di ganggu oleh kejahatan. dan sudah dilakukan pemeriksaan bahwa uang yg diedarkan AT adalah Uang Palsu" ujarnya. (RH)

Diberdayakan oleh Blogger.