Header Ads

Krisis Air,Warga Ngangsu Ke Tengah Hutan


KAJEN - Selama satu bulan terakhir krisis air bersih melanda Desa Lambangelun Kecamatan Paninggaran,sehingga warga terpaksa ngangsu (ambil air) ke tengah hutan.Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga,Rasdi (49) warga Dukuh Simendem Desa Lambangelun Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan,kemarin (06/09/2019).

"Musim kemarau sudah sekitar 5 bulan, dan dalam satu bulan terakhir ini warga mengalami krisis air bersih,untuk memenuhi kebutuhan air sehari-harinya warga ngangsu air di sumber mata air Kalikemit dengan jarak 1,5 Km dari kampung,"ungkapnya.

Dikatakan,Kalikenit sendiri berada ditengah hutan pinus dengan jalan menurun,namun ketika sudah dapat air dan akan pulang kerumah jalanan menanjak,padahal beban air yang dipikul seringnya  2 derigen atau sekitar 40 liter.

"Ngangsune (ambil airnya) dua kali dalam sehari, pagi sekitar pukul 07.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB, dan Sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB,kebanyakan malah wong wadon (perempuan),"ujarnya.

Disebutkan,untuk kebutuhan mandi dan memcuci baju,warga juga harus berjalan sekitar 1,5 Km untuk sampai di Sungai Stragel dipinggi desa.

"Bntuan air bersih ada tapi di Dukuh Siberuk,padahal ada tiga pedukuhan yang mengalami krisis air,yaitu di Dukuh Siberuk,Sasak dan Dukuh Simendem.Warga Simendem juga berharap ada dropping air bersih,"pintanya.

Pihaknya berharap,pemerintah bisa membangunkan instalasi air bersih,sehingga ketika kemarau datang warga tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih,apalagi menurutnya debit mata di hutan juga menyusut drastis akibat musim kemarau.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.