Header Ads

IDI Pekalongan Gelar Seminar Deteksi Dini Stunting


KAJEN - Dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia,Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten dan Kota Pekalongan menggelar seminar tentang deteksi dini stunting untuk menurunkan stunting di Kabupaten Pekalongan,di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (25/09/2019).

Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi menuturkan bahwa  dari sekitar 71 ribu balita, sebanyak 3.200-an balita atau 32 persennya diindikasikan mengalami stunting.

"Angka stunting di Kabupaten Pekalongan  masih cukup tinggi,di atas angka stunting nasional yang berada di angka 30,8 persen,"ungkapnya.

Menurutnya,stunting terkadang terjadi akibat perilaku kehidupan yang belum teredukasi.Masyarakat belum  tahu jika saat hamil harus mendapatkan asupan gizi yang memadai dan kedua karena budaya masyarakat yang langsung ngapiki setelah melahirkan.

"Saya berharap kasus stanting ini menjadi masalah yang ditangani dengan serius,karena tujuannya adalah menyiapkan generasi yang lebih baik kedepan,jangan sampai anak kita itu kuntet (kerdil),"katanya.

Ketua Panitia,dr. Nur Ali Azis,Sp.S menuturkan,bahwa seminar ini merupakan dalam rangka Hari Dokter Indonesia (IIDI) ke 111,dengan menggelar berbagai acara.

"Diantaranya workshop dan seminar tentang stunting ini,ada juga khitanan masal,donor darah,santunan ank yatim dan konsultasi dan pemeriksaan tentang kesehatan,"ujarnya.

Sementara itu dr. Zainal Aifin Sp.B,menambahkan  bahwa untuk menjadi lebih sehat harus diawali dari kecil yaitu deteksi dini penyakit stunting,agar bisa lebih cepat ditangani.

"Seminar hari ini diisi oleh dokter Marina specialis anak,jadi dengan workshop ini agar ibu-ibu tau oh stunting itu begini,penanganannya begini,saya berharap ibu-ibu bisa menerapkan,apakah harus kita kasih makanan atau harus kita apakan,"tandasnya.

Dikatakan,Stunting bukan sekedar cebol, tapi daya pikir dan kesehatan juga menurun. Kedepan pihaknya mengusulkan agar dilombakan,mungkin ketrampilannya atau kepintarannya,sehingga kedepan lebih bagus karena menurutnya,stunting juga bisa pintar.

Ditambahkan dr. Dwi Riyanto Sp.A bahwa buku KIA dipuskesmas sudah cukup lengkap untuk memberikan informasi apakah sang anak mengalami stunting atau tidak.

"Tapi tidak semua anak yang pendek itu stunting,stunting itu meliputi nutrisinya biasanya pendek dan kecil,"pungkasnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.