Header Ads

Festival Rogojembangan Ingatkan Masyarakat Pentingnya Jaga Sumber Mata Air

 

KAJEN - Penyatuan air yang diambil dari sembilan sumber mata air dari sembilan desa di Kecamatan Petungkriyono,bermakna ajakan kepada warga untuk senantiasa menjaga lingkungan dan sumber mata air Petungkriyono.Hal itu dilakukan dalam Festival Rogojembangan di Lapangan Sigeger Desa Kasimpar Kecamatan Petungkriyono, Minggu (29/09/2019)

Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi mengungkapkan,bahwa sembilan sumber mata air ini berasal dari Desa Curugmuncar, Gumelem, Kasimpar, Kayupuring, Simego, Songgodadi, Tlogohendro, Tlogopakis dan Yosorejo.


"Kita harus menjaga sembilan mata air di sembilan desa di Kecamatan Petungkriyono ini. Penyatuan sembilan mata air ini sebagai wujud tekad kita untuk menjaga sumber air yang ada," kata Asip.

Dikatakan,dengan menjaga kelestarian hutan dan kebersihan hutan,otomatis juga akan menjaga sembilan sumber mata air tetap lestari dan bermanfaat bagi warga.

"Ini kita rawat karena sebagai sumber kehidupan. Kabupaten Pekalongan adalah kabupaten yang memiliki sumber air baku di wilayah Pantura," ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, penamaan Festival Rogojembangan sendiri terkait dengan adanya Gunung Rogojembangan yang berada di wilayah Petungkriyono. Nama Gunung Rogojembangan ini berasal dari nama seorang ulama yang menyebarkan agama di lokasi setempat.

"Syeh Rogojembangan ini sebutan untuk Syeh Abdullah seorang ulama besar yang menyebarkan agama disini (Petungkriyono)," tutur Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Sementara itu Ketua DPRD kabupaten Pekalongan,Hj.Hindun menuturkan bahwa festval ini sangat bagus untuk dilaksanakan karena bisa menjadi sarana promosi wisata.

"Juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat karena sekaligus bisa mempromosikan UMKM masyarakat,"tuturnya.

Adapun, acara puncak Festival sendiri berjalan meriah. Gunungan hasil bumi dan sembilan kendi yang berisi sembilan mata air diarak dari Kantor Kecamatan Petungkriyono menuju ke Lapangan Sigeger Desa Kasimpar hampir 1 km.

Setelah dilakukan doa bersama, gunungan hasil bumi baik buah-buahan maupun hasil pertanian lainnya langsung diperebutkan para pengunjung.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.