Header Ads

Seorang Pemuda Diamankan Warga, Karena Kedapatan Membawa Senjata Tajam Saat Menonton Orkes Melayu

Entah apa yang ada dibenak dan pikiran seorang pemuda berinisial ER Alias Gogon, 31 tahun yang tinggal di Kelurahan Jenggot Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan. Karena saat menonton orkes melayu kedapatan membawa senjata tajam yakni sebilah celurit. 

Saat itu, anggota Polsek Kedungwuni dan anggota DalmasSat Sabhara Polres Pekalongan sedang melaksanakan tugas pengamanan orkes melayu yang di lapangan sepak bola, yang berada di Dukuh Kebonagung Desa Tangkilkulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Dilokasi tersebut terjadi keributan antar penonton, tepatnya di belakang panggung di tepi jalan Dukuh Kebonagung Desa Tangkilkulon. Mengetahui hal tersebut  anggota Kepolisian yang melakukan pengamanan menuju ke tempat terjadinya keributan dan pada saat itu ada 2, warga melihat ER Alias Gogon yang berlari ke arah barat dengan memegangi perutnya seperti membawa sesuatu barang dibalik jaketnya.

Karena merasa curiga, kedua warga tersebut langsung  mengamankan ER Alias Gogon, dan selanjutnya memerintahkan untuk membuka bajunya. Setelah dibuka  diketahui bahwa ER Alias Gogon kedapatan membawa senjata tajam berupa sebilah celurit, dan saat itu juga ER Alias Gogon diserahkan kepihak Kepolisian.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom, mengatakan, “Saat ini Tersangka ER Alias Gogon sudah diamankan oleh pihak kepolisian, dan saat itu juga diulakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Akibat kenekatannya, ER Alias Gogon  dapat dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang undang Darurat RI No. 12 Th 1951 yang ancaman hukumannya 10 tahun hukuman penjara,” ucap Kasubbag Humas Iptu Akrom. (NK-RH)

Diberdayakan oleh Blogger.