Header Ads

Musda IPM ke XXIII Dihadiri Ratusan Pelajar


KAJEN -  Musyawarah Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Musda IPM) Kabupaten Pekalongan ke XXIII  dihadiri ratusan pelajar, Ketua IPM Jateng, perwakilan Polres PPekalongan PDPM, NA,  Aisyiyah dan IPNU IPPNU. Sabtu (24/08/2019).

Dalam acara yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen tersebut,Sulistyo yang merupakan perwakilan dari PDM Kabupaten Pekalongan menuturkan,bahwa organisasi IPM di Kabupaten Pekalongan sudah menunjukan eksistensinya dalam perkembangan zaman karena selalu turun dan aktif dalam kegiatan positif. 

"IPM ini bukan sekedar anak pelajar yang grumungan atau kongkow saja.Kami sampaikan terimakasih karena IPM sudah menunjukan ke hal positif. Kami sangat mengapresiasi dan jangan takut, berekspresi lah sesuai dengan perkembangan zaman,"ungkapnya.

Menurutnya,organisasi IPM adalah organisasi pelajar yang usianya dari 14 sampai 23 tahun jadi masa tersebut adalah masah yang cemerlang.

" Organisasi IPM ini adalah organisai dakwah sehingga amal ma'ruf nabi munkar selalu digalakan karena Muhammadiyah memiliki semangat membesarkan organisasi, " imbuhnya. 

Sementara itu  Bupati Pekalongan,Asip Kholbihi melalui sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga raga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan,  Bambang Irianto meminta agar para pelajar  harus tetap menghormati orang tua dan guru.

"Hormati guru-guru kalian,karena mereka yang membimbing kalian,dan jangan sekalipun membuat ibu kalian menangis karena ulah kalian,namun buatlah menangis atas prestasi yang telah diraih kalian,"ujarnya.

Kedua jangan pernah meninggalkan belajar,dan kemudian dalam situasi apapun jangan pernah meninggalkan sholat.

"Adek-adek Narkoba adalah musuh kita semua dan agar terbebas dari kami akan mengajak adik 
memberantasnya,"tandasnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.