Header Ads

Kampanye Perbaikan Kualitas Hidup Dengan Lubang Biopori Dan Tanam Mangrove

KAJEN - Dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,Pemkab Pekalongan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengan melakukan Kampanye Perbaikan Kualitas Lingkungan,Jum'at pagi (09/08/2019)

Kampanye tersebut melalui Gerakan Pungut Sampah (GPS),Pembuatan lubang Biopori di  Lapangan Olah Raga Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni,serta perbaikan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove yang dilakukan di Pantai Desa Jeruksari Kecamatan Tirto.

Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi menuturkan nantinya kegiatan tersebut akan dilanjutkan secara masif dalam kegiatan BERJUMPA atau Bersih Jum'at Pagi.

"Disini kita bersama-sama membuat lubang pori-pori,nantinya akan kita masifkan supaya cadangan air kita cukup,karena biasanya kalau hujan airnya langsung mengalir ke sungai,"ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah,Ir.Teguh Dwi Paryono,mengatakan bahwa dengan kekuatan 220 orang bersama-sama melakukan Gerakan Pungut Sampah,sedangkan untuk penanaman mangrove dilakukan 200 orang.

"Hasil penelitian dari IPB di Kabupaten Pekalongan permukaan air lautnya naik 1 cm pertahunnya,ternyata ini diimbangi dengan penurunan permukaan tanah sampai 20cm pertahun,jadi salah satu upaya menanggulangi adalah dengan penanaman mangrove,"ujarnya.

Sedangkan,untuk lubang biopori dimaksudkan agar air hujan bisa terserap oleh tanah,sehingga pasokan air tanah melimpah dan sumur-sumar warga bisa terisi terutama saat musim kemarau.

"Kita juga berharap ada pengurangan hasil sampah terutama dihulu yaitu sampah dari rumah tangga,kedepan kami berharap sampah dapat direcycle dan TPA itu bener-benar residu yang tidak dapar direcycle,"imbuhnya.
(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.