Header Ads

Wahana Kora Kora Putus,Taufik Terpental Dan Meninggal

KAJEN - Wahana permainan kapal kora kora menelan korban jiwa,Taufik Malailano (15) pelajar,warga Desa Bojonglor Rt.02 Rw.01 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan,meninggal dunia setelah badan kora kora putus dan terpental,di Pasar Malam Lapangan Sepak Bola Desa Jajarwayang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan,Selasa malam (23/07/2019).

Kasat Reskrim Polres Pekalongan,AKP Heri Heriyanto mengatakan Kejadian bermula pada sekira pukul 20.30 wib Bertempat di lapangan Desa Jajarwayang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan,Korban bersama 3 rekannya datang ke wahana kora kora dan membeli karcis untuk menaiki mainan tersebut.

"Sebelum korban menaiki wahana kora-kora tersebut operator sudah memberi tahu untuk jangan duduk di bagian belakang kora2 tersebut namun korban tidak mengindahkan karena kerasnya suara musik yang berada di wahana tersebut,"ungkapnya.

Menurut keterangan saksi mainan kora kora tersebut sudah ada tanda-tanda tidak stabil tetapi operator mainan tersebut Bany Maradhika (20),warga Dusun 1 Rt. 08 Rw. 01 Desa Bumirejo Kabupaten Pemalang,tetap melanjutkannya.

"Tidak lama kemudian bagian ekor mainan kora2 tersebut patah sehingga korban dan 3 rekanya yang menaiki mainan kora2 tersebut terjatuh sehingga menyebabkan 1 korban meninggal dunia dan 3 korban mengalami luka ringan dan luka berat,"tandasnya.

Kini,operator kora-kora Bany Maradhika (20) ditetapkan sebagai tersangka,karenaTersangka sebagai operator ada kelalaian saat mengoperasianalkan kora korta yang diduga terlalu kencang saat mengoperasionalkanya.

"Karena teralalu kencang,sehinggabadan atau body ayunan kora kora sehingga mengenai tuas (pedal) gas ,dan mengakibatkan tuas atau pedalnya yag di injak putus dan cerobong asap mengenai bdan kura2 yang notabene sangat kencang,dan menimbulkan kecelakan putusnya badan kora-kora dan membuat penumpang terpental dan jatuh,"imbuhnya.(Ros-Nk)





Diberdayakan oleh Blogger.