Header Ads

Suluk Bumi Santri Ke 11

KAJEN - budaya Suluk Bumi Santri yang ke 11 bertempat di Pendopo Kecamatan Siwalan di Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.Sabtu (20/07/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pekalongan ini,bertemakan silaturahmi sebagai budaya transfer knowledge dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kecamatan Siwalan yang memiliki 13 Desa  menampilkan beberapa persembahan diantaranya sholawatan simtud duror, seni tari panen pari, pencak silat dari dua perguruan yaitu Perguruan ASAD dan Setia Hati Teratai juga pembacaan tembang mocopat dari Yayasan Laras Manunggal. Dengan membawakan tembang rumekso ing wengi yang hampir jarang didengarkan lagi keberadaanya, menyajikan suatu suasana ketentraman tersendiri bagi para peserta Suluk Bumi Santri.

Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan Gus Eko Ahmadi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah kecamatan dan kepala desa yang hadir juga tokoh masyarakat dari Muhammadiyah, LDII, juga Tokoh Masyarakat Agama Hindu serta penggiat kesenian dan kebudayaan untuk terus bersama menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kecamatan Siwalan khususnya dan Nusantara pada umumnya. 

"Dengan Silaturahmi ini ada transfer pengetahuan (transfer knowledge), visi dan misi bersama diharapkan budaya dan seni yang ada di kecamatan Siwalan  bisa terus eksis dan berkembang," harapnya

Selain itu, masyarakat dengan genius local atau kearifan lokalnya bisa memiliki dan mempraktekkan prinsip Hubbul wathon minal iman melalui ekspresi seni dan budaya," pungkasnya.

Camat Kecamatan Siwalan Drs Sugino MSi dalam sambutannya mengatakan, dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi pergerakan Lesbumi dan meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah, TNI, Polisi, dan masyarakat untuk bersinergi menjaga dan melestarikan Budaya yang ada di Kecamatan Siwalan.

"Suluk Bumi Santri ini akan terus digelar dan menjadi agenda tahunan, maka tahun depan akan lebih meriah dan semarak demi cinta kita semua terhadap desa masing masing," ujarnya.

Ditambahkan Ketua MWC NU Kecamatan Siwalan, KH Fardani ,bahwa Suluk Bumi Santri adalah wujud hidmah NU kepada negeri dengan merangkul semua pihak dan kalangan agar bisa merasakan manfaat NU secara faktual khususnya ekspresi seni dan budaya.

Hadir pula dalam acara tersebut Kapolsek Kec Siwalan, Danramil Kecamatan Siwalan, Pengurus MWC NU Kecamatan Siwalan, Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan serta ratusan warga NU di Kabupaten Pekalongan.(Ros-Nk)


Diberdayakan oleh Blogger.