Header Ads

Sosialisasi UU No. 41 Tahun 2014 Kembali Digencarkan Jelang Idul Adha 2019

Hasil gambar untuk gambar pasar hewan
Ilustrasi Ternak
Kajen - Guna mengantisipasi penyakit cacing pada ternak kurban dan mengantisipasi penyembelihan ternak betina yang masih produktif jelang Idul Adha 2019, Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan melakukan pantauan binatang ternak di kantong-kantong ternak di Kota Santri. 

"Kami saat ini sedang melakukan pemantauan untuk pengepul-pengepul yang menyetok ternak untuk kurban," terang Kabid Peternakan, DKPP Kabupaten Pekalongan, Suprapti Esti Arini, disela-sela pantauan ternak di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Selasa (9/7) siang.

Pantauan dilakukan secara langsung dengan mendatangi pengepul-pengepul besar di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Sekaligus sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang UU RI  No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dilarang memotong ternak betina produktif. Didalam Undang-undang ini ancamannya maksimal tiga tahun penjara

"Hari ini kita ke Paninggaran, besok ke Wiradesa, dan seterusnya di kantong-kantong ternak kita kunjungi semua," terang dia.

Dalam pantauan itu, pihaknya memberikan imbauan kepada para pedagang hewan kurban agar masyarakat yang akan membeli hewan kurban diarahkan membeli ternak pejantan. Pasalnya, dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dilarang memotong ternak betina produktif. Di undang-undang ini ancamannya maksimal tiga tahun penjara.

"Kami melakukan sosialisasi di kantong-kantong ternak. Untuk pengawasan lebih lanjut nanti ada bintek petugas pemantau kurban di tiap-tiap kecamatan. Pemantau kurban di masing-masing kecamatan kita bekali dengan bintek. Tugasnya mengawasi kesiapan dari masing-masing kecamatan untuk Hari Raya Idul Kurban, utamanya nanti kami imbau supaya menekan pemotongan betina produktif," terang dia.

Untuk mengantisipasi penyakit pada hewan kurban, lanjut dia, DKPP memberikan bantuan obat cacing. Menurutnya, pada saat pemotongan hewan kurban yang kerap ditemukan adalah rawan penyakit cacing pada hati sapi.

 "Untuk hari ini obat cacing kita beri ke peternak dan pengepul, sehingga ternaknya nanti yang dijual benar-benar sudah sehat. Untuk obat cacing kita upayakan satu bulan sebelum pemotongan, karena anjurannya sebulan sebelum pemotongan harus diberi obat cacing. Jika seminggu sebelum pemotongan, malah tidak boleh," kata dia.

Selain melakukan pantauan di kantong-kantong ternak, pengawasan rutin juga dilakukan di RPH (rumah pemotongan hewan) dan di pasar hewan. Antisipasi masuknya ternak dari luar daerah juga dilakukan DKPP. 

"Untuk petugas pemantau juga dibekali dalam rangka menghadapi masuknya ternak-ternak dari luar. Apabila terjadi hewan-hewan yang perlu diwaspadai untuk segera dilaporkan, nanti kita ada upaya lebih lanjut," imbuhnya. (FR)
Diberdayakan oleh Blogger.