Header Ads

Puluhan Sopir Angkot Ingin Odong-Odong Ditindak

KAJEN - Merasa geram dengan odong-odong atau kereta kelinci yang melintas di jalur bertrayek,puluhan supir angkutan umum di Kabupaten Pekalongan menggeruduk kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Senin (15/7/19).

Ahmad Muchlisin,selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan menuturkan pihaknya menerima 80 sopir angkot dari seluruh Kabupaten Pekalongan,yang mengeluh mengenai maraknya odong-odong di jalur bertrayek.

"Para supir merasa sangat dirugikan ,mereka datang kesini dengan baik-baik,mereka berharap agar jika odong-odong melewati jalan besar harus dibawa ke polisi,karena memang harus pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan.Jadi tadi sudah ada solusi yaitu menindak itu dan kita rahasiakan waktunya,"ungkapnya.

Sementara itu Slamet Sutrisno,Ketua organda Kabupaten Pekalongan mengatakan,selama ini para sopir angkot sudah memberikan kelonggaran kepada odong-odong karena memang urusan perut atau rejeki,tapi tidak untuk di jalur bertrayek.

"Odong-odong ini semakin hari semakin marak,silahkan kalau dijalan perkampungan bukan di jalur yang bertrayek,jadi kami merasa dirugikan dengan keberadaan odong-odong yang beroperasi tanpa aturan,"katanya.

Sehingga,pihaknya meminta agar odong-odong yang beropersi di jalan bertrayek ditindak oleh pihak yang berwenang.

"Lha sekarang orang undangan manten,sunatan,tilik wong ke rumah sakit sudah menggunakan odong-odong,itu kan merugikan kita yang melintas dijalur bertrayek yang mengurus pajak,KIR,STNK dan lainnya,"tandasnya.

Ditambahkan Kanit Regident Satlantas Polres Pekalongan,Iptu Giyarto menuturkan perlu dilakukan rapat terlebih dahulu sebelum menindak,namun pihaknya berjanji akan segera menindak kereta kelinci yang tidak melengkapi surat-surat kendaraannya.Ia juga berpesan agar saling menahan diri agar tidak terjadi tindakan anarkis. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.