Header Ads

Pria Beristri Cabuli Pelajar Hingga Hamil

KAJEN - Sungguh bejat apa yang dilakukan oleh Riski (21) warga Desa Batursari Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan,yang tega mencabuli seorang pelajar dalam keadaan tidak sadarkan diri,hingga akhirnya hamil.Keluarga Korban yang tidak terima melaporkan ke PPA Satreskrim Polres Pekalongan.

LBH Gakosh Bidang Litigasi Hukum, Ahmad Aziz menuturkan kejadian bermula pada sekitar Januari 2019,Pelaku berpacaran dengan Korban yang masih tetangga desa,Namun tiba-tiba Pelaku menikah dengan wanita lain warga asal Bandar Kabupaten Batang karena sang wanita sudah terlanjur hamil.

"Selang satu tahun kemudian,Pelaku yang baru pulang dari jakarta,menghubungi Korban dengan alasan ingin meminta maaf.Karena tidak memiliki pikiran negatif,Korban kedatang ke rumah pelaku,kemudian disuguhi minuman teh anget dan langsung diminum,tak lama kemudian Korban tidak sadarkan diri,"ungkapnya.

Disaat Korban tidak sadarkan diri,Pelaku tanpa rasa bersalah menyetubuhi Korban.Setelah sadar Korban mengaku merasakan sakit pada kemaluannya dan bertanya apa yang sudah dilakukan oleh Pelaku,namun pelaku tidak mengaku.

"Dua bulan kemudian,Korban terlambat datang bulan,sadar apa yang terjadi Korban datang ke rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban pelaku.Pelaku yang tidak mau bertanggungjawab karena sudah beristri,mengajak Korban ke sebuat tempat di Batang untuk menggugurkan kandungannya,namun Kandungan Korban tidak gugur,"katanya.

Dikatakan,setelah orang tua Korban mengetahui anaknya hamil merasa tidak terima,sehingga akhirnya pihak keluarga meminta bantuan ke LBH Gakosh dan selanjutnya melapor ke Polres Pekalongan.

"Keluarga sudah melaporkan kasus persetubuhan pada pertengahan Juni 2019 lalu dilengkapi dengan hasil USG kandungan korban. Namun hingga saat ini belum ada kabar lagi,"tuturnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Hery Hariyanto saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya belum mengetahui adanya laporan tersebut.

"Saya belum mengetahui laporan tersebut karena saat ini msih di Polda, nanti tak ionfirmasi ke Unit PPA dulu,"terangnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.