Header Ads

Keberadaan Anak Punk Dikeluhkan Warga

KAJEN - Keberadaan anak punk dikeluhkan oleh warga di Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Keluhan itu disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat di desa itu, Mansyur, ketika mengikuti Sosialisasi Peraturan Perlindungan Anak yang digelar Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Bisri Romly dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Gedung NU Pekalongan, Sabtu (6/7/2019.

Berbagai langkah dialogis untuk mengatasi persoalan anak punk di desanya sudah dilakukan. Namun, kata Mansyur, justru ancaman yang dia peroleh para anak punk tersebut. "Kapan anakmu kena nantinya," ucap dia menirukan nada ancaman yang didapatkannya.

Menanggapi persoalan itu, Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Kabid perlindungan anak kelompok Minoritas Ditjen, Anak Perlindungan Pengerti Asisten Deputi Khusus di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nanang A Rahman menyampaikan, apa yang dilakukan oleh salah satu tokoh masyarakat tersebut sudah benar.

Sehubungan dengan adanya ancaman, hal demikian masuk wilayah lain. Dimana ada peraturan tersendiri yang dapat memproses persoalan tersebut.

Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang berkesempatan hadir dalam acara itu menyampaikan, Pemkab Pekalongan sudah punya peta jalan dalam membangun kota layak anak. Bahkan, sejumlah penghargaan sebagai kota layak anak sudah diperolehnya mulai dari tingkat pratama hingga madya. Berkaitan dengan persoalan anak punk, dirinya sudah memerintahkan dinas terkait untuk mengatasi persoalan itu. (RM)


Diberdayakan oleh Blogger.