Header Ads

Ekonomi Meningkat,Penyerapan Tenaga Kerja Melambat

KAJEN - Dalam waktu tiga tahun kepemimpinan Kh.Asip Kholbihi,ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan.Hal tersebut diungkapkan dalam Refleksi tiga tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan,KH.Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan,Ir.Arini Harimurti,yang digelar di Kedai Kopi Kapeo Bumi Perkemahan Linggoasri, Sabtu (13/7/2019).

Bupati Pekalongan kepada awak media mengatakan,bahwa secara umum atau trand mark indikasi kemakmuran suatu daerah dapat dilihat salah satunya dari makro ekonomi yaitu penurunan angka kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan,tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,78 persen dan pada tahun 2018 menjadi 5,35 persen.Untuk angka kemiskinan mengalami penurunan 2017 mencapai 12,61% sedangkan 2018 menjadi 10,05%.Untuk inflasi dapat ditekan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017," ungkapnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh para awak media itu,Bupati juga mengakui adanya perlambatan dalam pengentasan pengangguran.

"Dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2018 mengalami sedikit perlambatan, dari 4,39% pada tahun 2017 menjadi 4,41% pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja," katanya.

Dikatakan Bupati,dari aspek kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kinerja pembangunan manusia yang dihitung berdasarkan empat indikator utama, yaitu Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita.

"Pada tahun 2018 angka IPM mencapai 69,07% lebih tinggi 0,67% jika dibandingkan dengan capaian IPM tahun 2017 yang sebesar 68,40%," tuturnya.

Sementara itu untuk infrastruktur kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan naik. Tahun 2017 mencapai 75 persen dan tahun 2018 sudah 86,7 persen.

Selain itu rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turun. Pada tahun 2017 angka RTLH 9,80 persen ini mengalami penurunan menjadi 9,07 persen.

"Untuk presentase kawasan pemukiman kumuh sangat turun drastis dari 64,34 persen pada tahun 2017, pada tahun 2018 menjadi 29,00 persen," jelasnya.

Selanjutnya,untuk sektor kesehatan pihaknya menjelaskan ada penurunan di Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dari 16 kasus pada tahun 2017, sekarang menjadi 11 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi dari 131 kasus, pada tahun 2018 menjadi 115 kasus.

"Gizi buruk di Kabupaten Pekalongan juga mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 53 kasus dan pada tahun 2018 menjadi 48 kasus," imbuhnya.

Untuk Pendidikan Bupati juga menerbitan Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.

"Alhamdulillah, tahun 2019 kita telah melaksanakan pembangunan mulai dari infrastruktur jalan,jembatan, ekonomi, dan pendidikan,"ucapnya.

Adapun untuk dua tahun ke depan, Bupati menegaskan akan merevitalisasi tempat wisata, menyelesaikan kebutuhan dasar yang belum selesai dan membangun sarana irigasi untuk tanaman padi.

"Dua tahun kedepan kita juga akan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang muaranya untuk menaikkan tingkat kesenangan masyarakat, nanti akan kita buat disekitar gedung UMKM dan nanti disetiap kecamatan juga akan ada RTH," tandasnya.(Ros-Nk)


Diberdayakan oleh Blogger.