Header Ads

Mahal Dan Sulitnya Dapatkan Pupuk,Dikeluhkan Petani

KAJEN - Sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi,dikeluhkan para petani di Kecamatan Kesesi.Selain langka harga pupuk juga dikeluhkan lebih mahal,ditambah sulinya mendapatkan air dari saluran irigasi,sehingga terpaksa menyewa pompa air.Secara otomatis ini tentu menambah biaya produksi.

Khaerudin,salah seorang petani Desa Langensari Kesesi mengeluhkan mahalnya dan sulitnya mendapatkan pupuk.

"Ditoko adanya kemasan 5 kilogram,ini jatuhnya lebih mahal,karena kalau harga pupuk urea dengan ukuran satu kuintal sekarang Rp.260 ribu,"ungkapnya.

Dikatakan,harga sebelumnya per kantong dengan ukuran 50 kilogram Rp 115 ribu,namun sekarang sudah naik,apabila saat membeli pupuk tidak menggunakan kartu tani, maka harganya lebih mahal dan membuat petani rugi. 

Sementara itu petani lainnya,Rasman,menuturkan sulitnya mendapatkan air dari saluran irigasi,sehingga untuk mengaliri tanaman padi petani harus membeli air dengan harga Rp.100 ribu per iringnya.

"Petani harus membeli air per iring sekitar 100 ribu rupiah,sedangkan dalam sekali masa tanam sampai panen lebih dari 15 kali mompa air. Untuk menyiasati pengeluaran, kini sudah banyak petani yang pompa air tadinya menggunakan BBM beralih ke gas 3 kilogram,"tuturnya.

Menurutnya,petani yang punya diesel atau pompa air sendiri bisa lebih hemat 50 persen, namun yang tidak punya biaya bisa dua kali lipat,ditambah sulinya mendapatkan pupuk kalaupun ada harganya mahal,sedangkan kalau tidak dipupuk,petani takut tidak bisa panen.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.