Header Ads

Munafah Asip Masuk Aktivis Nasional Peduli Matematika

KAJEN - Munafah Asip Kholbihi masuk dalam deretan aktivis nasional peduli matematika di Jakarta, pada kesempatan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernastastaka), di Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (11/11).

Bersama tokoh-tokoh nasional seperti Rektor UI Prof Muhammad Anis, mantan, mantan Wakil Menteri Pendidikan Prof Dr Fasli Djalal, praktisi Indra Charismiadji, dan Niken Rarasati peneliti dari Research on Improvement of System Education (RISE), Chandra peneliti dari Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, akademisi Ditta Puti Sarasvati.

Kemudian Ketua Forum Literasi Jakarta Sururi Azis, dan Presidium Gernas Tastaka Ahmad Rizali, yang juga Sekretaris Majelis Wali Amanah UI, istri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi itu melakukan deklarasi pemberantasan buta matematika.

Usai pulang dari kegiatan Gernastastaka di Jakarta, Minggu kemarin (11/11), Munafah mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan gerakan aktivis nasional yang peduli terhadap perkembangan pendidikan keilmuan anak, utamanya adalah pada bidang matematika.

"Karena menurut para aktivis di Gernastastaka, sekarang ini terjadi kondisi gawat darurat bermatematika, pada anak-anak usia SD hingga SMU, yang dikhawatirkan berdampak pada kemampuan anak-anak dalam berfikir dan bernalar, serta menyelesaikan permasalahan sehari-hari," kata Munafah.

Sehingga, pihak yang merupakan salah satu dari aktivis ditunjuk Gernastastaka, bersama-sama melakukan deklarasi, karena gerakan tersebut baru ada di tingkat nasional, maka pihaknya akan mengembangkan di daerah, dan menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai percontohan.

"Gerakan ini kan baru ada di tingkat nasional, kebetulan saya dilibatkan di sana, maka untuk memasyarakatkan gerakan itu, saya akan mencoba memulai di daerah, secara pelan-pelan dan diharapkan dapat menjadi percontohan," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pelaksanaan gerakan di daerah, pihaknya akan mencoba mencari inovasi agar menjadikan matematika yang merupakan salah satu pelajaran ditakuti, menjadi ilmu menyenangkan serta diminati siswa.
Diberdayakan oleh Blogger.