Header Ads

Jalan Dan Jembatan Hasil TMMD Diresmikan

KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meresmikan jembatan hasil kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III di Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan.

Peresmian jembatan dilaksanakan pada upacara penutupan TMMD dan ditandai dengan pengguntingan pita, disaksikan oleh Kasiren Korem 071/Wijayakusuma Letkol Infanteri Sasono Hariyadi, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Dewi Aida Fitria dari Fraksi PKB dan unsur Forkompinda, Selasa (13/11/2018) pagi.

Selain meresmikan jembatan, Bupati dan Kasiren Korem 071/Wijayakusuma selaku inspektur upacara, melakukan penanaman pohon di sisi makadam jalan hasil TMMD tersebut.

Bupati mengungkapkan, dengan TMMD ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lantaran terbukanya akses dari Desa Pakumbulan dan Desa Wonoyoso ke Kelurahan Simbang Kulon. “Sebagian pencaharian masyarakat adalah sebagai petani. Diharapkan dengan adanya jembatan ini pendapatan para petani akan lebih meningkat dengan kemudahan akses ini,” katanya.

Senada dengan Bupati, Kasiren Korem 071/Wijayakusuma menjelaskan bahwa pada prinsipnya program yang dijalankan TMMD sangat tepat, dan membuat dari yang semula tidak ada menjadi ada seperti membuat jalan dan jembatan yang berfungsi sebagai jalur distribusi maupun digunakan warga untuk keperluan yang lain.

"Kita berterima kasih kepada Pemkab Pekalongan dan masyarakat yang turut membantu suksesnya TMMD. Semoga apa yang dikerjakan dapat bermanfaat dan semakin meneguhkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat, mudah-mudahan membawa berkah bagi kita semua," terangnya.

Sementara itu, Komandan SST atas nama Dansatgas TMMD Sengkuyung III 2018 Kapten Inf Imam Subechi dalam laporannya mengatakan bahwa anggaran TMMD sebesar Rp 312.621.000, berasal dari sumber dana APBD Provinsi Jateng Rp 177.200.000 dan APBD Kabupaten Pekalongan Rp 135.421.000.

“Dari anggaran yang ada terealisasi untuk sasaran fisik pembuatan makadam jalan dengan volume panjang 115 meter kali lebar 3 meter, pembuatan jembatan volume panjang 6 meter kali lebar 4 meter. Semuanya selesai seratus persen,” katanya.

Dijelaskan, selain sasaran fisik, pada pelaksanaan TMMD kali ini juga menyasar non fisik berupa penyuluhan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan UU Lalulintas dan narkoba, penyuluhan kerukunan umat beragama dan bahaya radikalisme, penyuluhan kesehatan lingkungan, penyuluhan managemen koperasi, penyuluhan KB dan pemutaran film perjuangan, penyuluhan PKK dan keterampilan keluarga.

“Kegiatan ini waktu pelaksanaannya berlangsung dari tanggal 10 Oktober hingga 13 November 2018. Dengan adanya hal ini, mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan guna meningkatkan perekonomian masyarakat, memperlancar arus lalu lintas, mendorong semangat masyarakat dalam membangun desa, dan meningkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat,” tandasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.