Header Ads

HKN Ke 5,Bupati Minta Jangan Ada Stunting

KAJEN – Sebagai puncak acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar upacara yang berlangsung di halaman Dinas Kesehatan, Senin (12/11/2018) pagi. Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengambil langsung sebagai inspektur upacara.

Peringatan HKN yang mengangkat tema “Aku Cinta Sehat” dengan sub tema “Ayo Hidup Sehat, Mulai dari Kita”, dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Bupati yakni Dra. Hj. Munafah, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan. Dan diikuti oleh seluruh jajaran kesehatan, pemerintah Kabupaten Pekalongan dan lintas sektor terkait.

Dalam upacara HKN tersebut, usai membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan memberikan insentif tambahan kepada para dokter,  tenaga medis yang ada di daerah-daerah atas. “Pada tahun 2019 TPPnya juga naik 50%,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan pihaknya telah mengecek secara langsung satu-satu Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. Katanya, secara fisik, kondisinya sudah bagus dan para petugasnya yang dulunya cerewet sekarang cerewetnya sudah mulai berkurang 10%. Para Kepala Puskesmasnya juga bertanggungjawab. Sekarang sudah ada perubahan ke arah bagus.

“Nanti sesuai janji saya, kalau ada petugas Puskesmas masih tidak ramah, masih cerewet, cemberut, jengkelan, tetap akan saya jadikan satpol. Itu masih berlaku, tidak berubah,” tegas Bupati.

Bupati mengajak jajaran Dinas Kesehatan untuk bekerja bersama-sama dan kita bergerak bersama-sama sesuai mandat dari Menkes RI Prof. DR dr. Nila Moeloek, SPM.k yakni agar angka-angka secara statistik, baik tentang kematian ibu melahirkan harus kita turunkan. Kemudian, gizi buruk harus kita zerokan, jangan sampai ada anak yang masih gizi buruk. Kemudian juga, stunting. Isu stunting di Indonesia mulai terjadi sejak tahun 2017, dulunya belum menjadi isu nasional.

“Ayo kita bersama-sama, door to door, person to person dekati jangan sampai ada potensi stunting yang ada di masyarakat kita,” ajak Bupati.

Dijelaskan Bupati, pihaknya juga sudah mengecek pelayanan-pelayanan yang sudah mulai merata. Ia membuka komunikasi ke seluruh media sosial, baik instagram, tweeter, facebook. Komplain-komplain ke nomor Hpnya atau SMS Center yang dibuka sekarang sudah mulai berkurang. Menurut Bupati, ini prestasi yang cukup membanggakan untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.

Mengenai hasil akreditasi Puskesmas, kata Bupati, secara umum rata-rata hasilnya baik. Bupati mengharapkan pelayanan untuk ditingkatkan terus. “Tinggal ada beberapa Puskesmas yang saya kira harus kita dorong agar misi melayani, mendekatkan, mengobati, menyembuhkan harus tetap kita jalankan dengan baik. Karena apa? Saya selalu mengingatkan terutama para PNS, tolong melayani apalagi yang sakit orang miskin, tolong layani dengan baik sebagai bentuk akuntabilitas kinerja panjenengan terhadap publik, jangan sampai dibikin lebih sakit lagi,” terang Bupati.

Di hadapan jajaran kesehatan, Bupati meminta jajaran Dinas Kesehatan harus kompak, semuanya harus satu visi dengan Kepala Dinas yang baru. Tolong patuhi semua apa yang menjadi tupoksinya. Karena kalau tidak kompak, ini akan menciderai pelayanan publik. OPD-OPD yang langsung bersentuhan dengan pelayanan publik, semuanya harus sinergi, jangan sampai bergerak sendiri-sendiri tanpa koordinasi.

“Sekali lagi saya tekankan, semua harus satu komando oleh Kepala Dinas. Dan Kepala Dinas juga harus inovatif, harus kerja keras, harus menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada yang sudah dibangun oleh Kepala-kepala Dinas sebelumnya,” tutur Bupati. 

Masih menurut Bupati, Kepala Dinas Kesehatan juga harus mencari terobosan-terobosan baru yang lebih baik, lebih inovatif dan didukung oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan. Karena kita punya komitmen untuk segera membangun performance pelayanan kesehatan Kabupaten Pekalongan yang prima.
“Kita harus bersaing dengan daerah lain. Tidak boleh lagi ada kasus-kasus orang sakit tidak tertangani, ambil langkah cepat. Kepala Puskesmas harus kerjasama dengan Camat dan Kepala Desa, cek apabila ada warganya yang sakit akut tapi tidak tertangani, segera ambil langkah,” tandasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.