Header Ads

KPK Tetap Usut Dugaan Calon Menteri Bermasalah

KPK Tetap Usut Dugaan Calon Menteri BermasalahKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak merasa terganggu apabila Presiden Jokowi tetap memasukkan mengangkat menteri yang beraport merah di kabinetnya. KPK akan tetap mengusut dugaan 'skandal' menteri-menteri tersebut nantinya.

"Jadi saya tegaskan bahwa penanganan perkara di KPK nggak akan terganggu dengan pemilihan kabinet Pak Jokowi," kata Johan Budi, Juru Bicara KPK dikonfrimasi wartawan.

Satu di antara calon menteri pilihan Jokowi yang bertinta merah sebagaimana informasi dihimpun, hasil penelusuran rekam jejak oleh KPK dan PPATK adalah mantan Ketua Tim Transisi Rini Mariani Soemarno Soewandi. Info berkembang sampai Minggu (26/10/2014) siang, Rini akan diplot menjadi Menteri BUMN. Satu di antara pos menteri yang strategis.

Rini disebut-sebut akrab dengan sejumlah kasus. Kabar menyebutkan bahwa dia diduga masuk pusaran kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yang kini masih dalam penyelidikan KPK.

Rini juga pernah diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik guna Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Oleh Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR, Rini juga pernah diperiksa terkait proses imbal dagang pesawat jet tempur Sukhoi, helikopter, dan peralatan militer Rusia. Rini yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Internasional itu disebut oleh DPR melakukan pelanggaran UU Pertahanan dan UU APBN. Dalam proses imbal dagang itu, ditengarai kuat telah terjadi kerugian negara.

Ketua KPK, Abraham Samad sebelumnya mewanti-wanti Presiden Joko Widodo supaya tak memilih calon menteri yang telah mendapat tanda merah oleh pihaknya dan PPATK. Jika dipaksakan, Abraham menyebut umur sang menteri tidak akan bertahan lama. Selain itu, Abraham pun tak segan menyebut kabinet Jokowi kotor jika masih paksakan nama yang mendapat tanda merah itu masuk.
(sumber:Tribunnews)
Diberdayakan oleh Blogger.