Header Ads

Konsumsi BBM Capai 34,9 Juta Kiloliter

Petugas membantu warga mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU Jakarta,Selasa (23/9).(Republika/Prayogi)PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi pada periode 1 Januari hingga 30 September 2014 mencapai 34,9 juta kiloliter.

Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Ali Mundakir dalam rilis di Jakarta, Senin (6/10) mengatakan volume konsumsi BBM subsidi tersebut 1,7 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2013.

"Dengan melihat realisasi sampai 30 September itu, kalau tanpa dilakukan pengendalian, kami perkirakan konsumsi BBM subsidi sampai 31 Desember 2014 bakal melebihi kuota APBN Perubahan sebanyak 1,61 juta kiloliter," katanya.

Lalu, realisasi penyaluran solar mencapai 11,94 juta kiloliter atau tumbuh 3,9 persen.

Pada pertengahan September lalu, Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Distribusi BBM Pertamina Suhartoko dalam laporannya kepada Komisi VII DPR memperkirakan penyaluran BBM subsidi sampai akhir 2014 mencapai 46,976 juta kiloliter atau berlebih 1,62 juta kiloliter dari kuota APBN Perubahan 2014 untuk perusahaan tersebut.

Dengan rincian, konsumsi premium bersubsidi sampai 31 Desember 2014 diperkirakan mencapai 29,811 juta kiloliter yang berarti berlebih 521 ribu kiloliter atau 1,8 persen di atas kuota 29,29 juta kiloliter.

Kelebihan kuota sebesar 1,62 juta kiloliter tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan "over" kuota per 31 Juli 2014 yang 1,39 juta kiloliter.

Sesuai UU APBN, setelah kuota habis, BBM dijual dengan harga nonsubsidi, kecuali pemerintah dan DPR baru memutuskan perubahan UU APBN yang memungkinkan penyaluran BBM subsidi melebihi kuota 46 juta kiloliter.

Sementara, untuk minyak tanah disebabkan realisasi konversi tidak sesuai target akibat pencacahan masyarakat yang berhak mendapat elpiji subsidi oleh Kementerian ESDM juga meleset.
(sumber:Republika)
Diberdayakan oleh Blogger.