Header Ads

Festival Balon Udara Pekalongan Dimeriahkan 107 Peserta

KAJEN- Sebanyak 107 peserta meriahkan Java Traditional Ballon Festival di Stadion Hoegeng Pekalongan,hal tersebut tentu menarik perhatian ribuan masyarakat yang datang,Rabu (12/06/2019).

Diketahui sebelumnya Festival balon udara digelar oleh AirNav untuk mengatasi pelepasan balon udara liar yang menjadi tradisi masyarakat Pekalongan dibulan syawal,dan tentu saja sangat berbahaya bagi dunia penerbangan karena bisa mengakibatkan kecelakaan pesawat.

Gubernur Jawa Tengah,Ganjar Pranowo saat menghadiri festival tersebut mengatakan,bahwa pihaknya sangat mendukung festival yang digelar oleh AirNav bekerjasama dengan Pemerintah setempat.

"Ini cara yang kreatif dan saya sangat mendukung,karena kemarin banyak balon udara yang diterbangkan liar dan banyak pilot yang lapor.Saya komunikasi dengan menteri perhubungan karena ada bahaya penerbangan yang sangat terganggu dengan adanya balon liar yang lepas bebas,kalau balonnya masuk pesawat bisa njeblug itu (meledak)"ungkapnya.

Dikatakan,dengan adanaya Festival tersebut masyarakat tetap bisa menerbangkan balon dan dapat hadiah serta memberi keamanan bagi jalur penerbangan karena balon tingginya dibatasi dan ditambatkan agar tidak lepas bebas.

"Masyarakat tolong ya jangan terbangkan balon liar apalagi kalau ukurannya sangat besar,karena itu berbahaya bagi jalur penerbangan,dan tahun lalu ada balon jatuh diatap rumah dan rumahnya kebakaran,kalau seperti ini kita tidak peduli maka sangat berbahaya,"pesannya.

Ditambahkan oleh Dirut AirNav,pihaknya akan menindak apabila ada pelepasan balon liar,karena sangat berbahaya.

"Ketentuannya (dalam festifal ini) sudah ada dalam peraturan Menteri Perhubungan nomor 40,seperti harus diikat,tidak boleh lebih dari 150 meter,tidak mengganggu jalur penerbangan,tidak boleh dekat bandara.Jadi diatas kabupaten pekalongan ini banyak sekali trafic pesawat,"imbuhnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.