Header Ads

May Day 2019,Buruh Minta Kesejahteraan Diperhatikan,Hapus Outsourcing Hingga Gratiskan BPJS

KAJEN - Memperingati Hari Buruh Internasional atau May day 2019,Ratusan Buruh di Kabupaten Pekalongan melakukan konvoi dengan sepeda motor dan finish di Lapangan Gemek Kedungwuni Kabupaten Pekalongan,Rabu (01/05/2019).

Sekretaris Serikat Buruh Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan,Isa Khanafi mengungkapkan,bahwa  dalam aksinya para buruh menyuarakan tuntutannya dan meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para buruh.

"Tuntunan kami yaitu meminta kepada pemerintah antara lain untuk mencabut dan merevisi PP 78 tahun 2015 dikarenakan upah kami masih belum layak,"ungkapnya.

Dikatakan,saat ini supremasi hukum ketenagakerjaan di Kabupaten Pekalongan masih belum sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 tentang Hak normatif pekerja.


"Kami juga meminta agar pemerintah menghapus sistem outsourcing atau kontrak,karena itu sangat merugikan kami,"tandasnya.

Dilanjutkan,Pihaknya meminta agar pemerinta menggratiskan BPJS Kesehatan.Menurutnya,masih banyak buruh di Kabupaten Pekalongan yang belum tercover BPJS Kesehatan ataupun BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita meminta BPJS ketenagakerjaan digratiskan bagi kami,itu sesuai dengan instruksi dari SPN pusat,karena apa?karena mahalnya biaya kesehatan di Kabupaten Pekalongan sangat meresahkan kami,karena upah yang kami terima masih belum layak.Upah kami berdasarkan PP 78 yaitu berdasarkan inflasi dan pertumbuhan nasional,dimana yang dahulu memakai KHL yang memakai 62 item ternyata sekarang sudah dihapus,dan itu kenaikan hanya sekitar 8 persen saja,"tuturnya.

Ditambahkan,upah para buruh masih jauh dari kata layak apalagi sejahtera,padahal dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 17 ayat 2 berbunyi tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.