Header Ads

Kendalikan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok,Pasar Murah Digelar

KAJENPasar Murah Rakyat digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),hal tersebut untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) pada bulan suci Ramadhan ini dan menjelang Idul Fitri, Minggu (26/5/2019). 

Pasar murah yang digelar di halaman Mushola Nurul Janah Desa Kertijayan Kecamatan Buaran tersebut,menyiapkan 1000 paket,dengan harga per paketnya Rp 100.000,namun masyarakat hanya membayar 60% atau Rp 60.000, sementara yang 40% atau Rp 40.000 disubsidi oleh BUMD.

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan pasar murah rakyat tahun 2019 merupakan implementasi kegiatan TPID Kabupaten Pekalongan dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) terutama moment bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“TPID Kabupaten Pekalongan bersama BUMD dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi terutama pada bulan puasa ini terutama pada kebutuhan konsumtif seperti minyak goreng dan lain-lain, maka kita pada hari ini mengadakan operasi pasar di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran sebanyak 1000 paket,” kata Bupati.

Sementara itu, Hari Suminto, SH.,MH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan bahwa osi paket sembako tersebut meliputi beras premium 2,5 kg, minyak goreng kemasan 1 liter, gula pasir 1 kg, mie instan goreng 5 bungkus, sirup botol 1 buah, teh dan kecap, dan tepung terigu 1 kg. 

"Ada juga 560 tabung gas LPG 3 Kg subsidi seharga 15.500 rupiah pertabung dari hiswana migas kabupaten pekalongan yang biasanya dipasaran seharga 20 ribu rupiah,” tandasnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.