Header Ads

ISIS Klaim Bentuk 'Provinsi' di India usai Bentrokan Kashmir

ISIS Klaim Bentuk 'Provinsi' di India usai Bentrokan Kashmir
Ilustrasi bentrokan Kashmir. (AP Photo/Mukhtar Khan)
Jakarta - ISIS mengklaim untuk pertama kalinya telah mendirikan "provinsi" di India. Klaim ini dilakukan usai bentrokan antara militan dan pasukan keamanan di wilayah Kashmir yang disebut menewaskan seorang militan yang diduga terkait kelompok tersebut. 

Dikutip dari Reuters, Kantor Berita Amaq milik ISIS pada Jumat malam (10/5) mengumumkan provinsi baru itu, yang kemudian disebut "Wilayah Hind". Dalam pernyataannya, ISIS juga mengklaim serangan mereka telah menimbulkan korban pada tentara India di kota Amshipora, distrik Shopian, Kashmir.

Pernyataan ISIS sesuai dengan pernyataan polisi India yang juga menyebut seorang militan bernama Ishfaq Ahmad Sofi terbunuh dalam sebuah pertemuan di Shopian.


Penetapan provinsi baru oleh ISIS tampaknya dirancang untuk meningkatkan posisinya setelah kelompok itu diusir dari "kekhalifahan" gadungannya sendiri di Irak dan Suriah pada April. 


ISIS telah meningkatkan serangan bunuh diri, termasuk mengambil tanggung jawab atas pemboman Minggu Paskah di Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 253 orang.

"Pembentukan 'provinsi' ini dilakukan di wilayah yang tidak memiliki pemerintahan sebenarnya tidak masuk akal, tetapi tidak boleh ditampik," kata Rita Katz, direktur SITE Intel Group yang melacak ekstrimis Islam.

Menurut dia, dunia mungkin mengarahkan perhatian pada perkembangan ini, tetapi bagi para jihadis di wilayah-wilayah yang rentan ini, ini adalah isyarat yang signifikan untuk membantu meletakkan dasar dalam membangun kembali peta 'kekhalifahan' ISIS. 

Seorang pejabat militer menyebut Sofi telah terlibat dalam beberapa kelompok militan di Kashmir selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya berjanji setia kepada Negara ISIS. Menurut sumber polisi dan militer. dia dicurigai melakukan beberapa serangan granat terhadap pasukan keamanan di wilayah tersebut. 


"Itu adalah operasi yang bersih dan tidak ada kerusakan jaminan yang terjadi selama baku tembak," kata seorang jurubicara kepolisian dalam pernyataan pada pertemuan Jumat.

Pejabat militer itu mengatakan, mungkin saja Sofi adalah satu-satunya militan yang tersisa di Kashmir yang terkait dengan ISIS.

Separatis telah puluhan tahun berjuang dalam konflik bersenjata melawan pemerintahan India di Kashmir yang mayoritas penduduknya muslim. Mayoritas dari kelompok-kelompok ini menginginkan kemerdekaan untuk Kashmir atau untuk bergabung dengan musuh bebuyutan India, Pakistan. Mereka belum, seperti ISIS, berusaha mendirikan kerajaan di seluruh dunia Muslim.

India dan Pakistan telah berperang dua kali atas Kashmir. Seorang juru bicara kementerian dalam negeri India, yang bertanggung jawab atas keamanan di Kashmir, tidak menanggapi permintaan komentar.


(CNN Indonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.