Header Ads

Cegah Pelepasan Balon Liar,AirNav Gelar Festival Balon

KAJEN - Masyarakat Kabupaten Pekalongan memiliki tradisi melepas balon di bulan Syawal,padahal melepas balon udara cukup berbahaya bagi penerbangan.Untuk itu AirNav memberikan sosialisasi Bahaya Balon Udara bagi Dunia Penerbangan,di Aula Kantor Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan,Sabtu (25/05/2019).

Deputi General Manager Operasi AirNav,Azmi Jamalullail mengungkapkan,bahwa memang ada penurunan terkait penerbangan balon pada tahun 2018 dibanding tahun 2017,dan paling panyak selalu berasal dari Jawa.

"Pada tahun 2017 ada 60 balon udara yang diterbangkan,sedangkan 2018 ada 39 balon udara yang terbang,kita berharap ditahun-tahun berikutnya akan turun,karena memang melepaskan balon tanpa ditambatkan sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,"ungkapnya.

Dikatakan,mengatasi tradisi masyarakat yang selalu melepas balon udara,pihaknya memberikan solusi dengan menggelar  Festival Balon Udara.Sehingga tradisi masyarakat tetap bisa berjalan tanpa mengganggu penerbangan.

"Jadi dengan lomba ini nanti balonnya akan dikaitkan,ada aturannya dalam UU penerbangan.Kalau tidak dikaitkan bahaya nanti balonnya tidak kelihatan,kalau nyangkut dipesawat,saudara-saudara kita bisa jadi korbannya,"tuturnya

Pihaknya,berharap dengan adanya Festival tersebut juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan menjadikannya sebagai ajang wisata sehingga turis bisa berdatangan dan masyarakat bisa berjualan.

Sementara itu Ketua Komunitas Dulur Balon Pekalongan,Yadi mengatakan pihaknya menjadi sumber pendaftaran Festival balon pada tahun ini,sehingga ia menghimbau agar masyarakat yang biasanya melepaskan balon secara liar bisa mengikuti Festival.

"Per tanggal 24 Mei ini sudah ada 79 peserta dari Kota dan Kabupaten,kalau tahun lalu pesertanya 35,target tahun ini 100 pendaftar.Kita sudah sebar formulir dibeberapa titik,kecamatan-kecamatan,komunitas-komunitas dan media sosial.Penilaiannya lebih ke keindahan dengan hadiahnya maksimal 70 juta,"tandasnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.