Header Ads

Warga Jepang Ucap Perpisahan Jelang Akihito Turun Takhta

Warga Jepang Ucap Perpisahan Jelang Akihito Turun Takhta
(Reuters/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta - Warga Jepang mengucapkan salam perpisahan bagi Kaisar Akihito yang akan turun takhta pada hari ini, Selasa (30/4). Mereka berharap sang pewaris takhta, Naruhito, dapat memimpin kekaisaran dengan baik.

Seorang warga bernama Morio Miyamoto, berterima kasih atas kerendahan hati Akihito yang sangat dekat dengan rakyat dan selalu meninggikan hati mereka ketika sedang kesusahan.

"Saya rasa kaisar dicintai rakyat. Ia dikenal karena selalu mendorong rakyat, seperti saat setelah bencana, dan sangat dekat dengan rakyat," ucap Miyamoto kepada Reuters.

Ia kemudian menyampaikan harapan bagi Naruhito yang akan menggantikan era kekaisaran Heisei pimpinan ayahnya dengan era Reiwa.

"Saya harap kaisar selanjutnya, seperti kekaisaran Heisei, akan dekat dengan rakyat dengan cara yang sama," katanya.


Sementara itu, seorang ilustrator yang enggan diungkap identitasnya mengaku sangat kagum dengan Akihito karena berhasil memperbaiki citra Jepang setelah Perang Dunia II.

"Kaisar sekarang sangat sempurna. Terima kasih atas dipolomasinya sehingga citra negatif Jepang dapat diperbaiki. Saya harap kaisar selanjutnya akan seperti ayahnya, melanjutkan diplomasi damai," tuturnya.

Era kekaisaran Heisei di bawah Akihito memang menandai babak baru bagi Jepang setelah Perang Dunia II.


Menjadi pemimpin monarki pertama sejak perang usai, Akihito dan istrinya, Permaisuri Michiko, pun disebut-sebut sebagai simbol pemulihan luka, rekonsiliasi, perdamaian, dan demokrasi Jepang.

Sebagian besar rakyat mengakui kebolehan Akihito dalam mempersatukan Jepang usai Perang Dunia II. Namun, mereka berharap Naruhito dapat membawa Jepang siap menghadapi tantangan di era modern.

"Kaisar sudah bekerja keras selama 30 tahun dan saya harap pergantian kekuasaan akan berlangsung lancar. Jika harapan kami untuk kaisar baru terlalu tinggi, akan sulit baginya. Saya hanya berharap dia dapat melakukan tugasnya sedikit demi sedikit," ucap Mikiko Fujii.

Prosesi turun takhta Akihito sendiri baru akan dimulai pada 17.00 sore ini di Aula Pinus, ruangan paling mewah di Istana Kekaisaran Jepang.


Para bangsawan kekaisaran akan memasuki ruangan sambil membawa Tiga Harta Suci, yaitu sebilah pedang, perhiasan, dan cermin yang merupakan simbol kekuasaan berdasarkan mitologi kuno.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, kemudian akan mengumumkan abdikasi Akihito. Sang kaisar lantas bakal melontarkan pidato terakhirnya sebagai seorang pemimpin kekaisaran di hadapan 300 tamu undangan.

Era kekaisaran Akihito tersebut akan resmi berakhir ketika jarum jam berdentang tengah malam, menandakan pergantian hari.

Saat hari berganti, takhta akan bergulir ke tangan putra Akihito, Naruhito. Ia bakal memulai era kekaisaran baru yang diberi nama Reiwa melalui sebuah upacara singkat pada Rabu (1/5).


(CNN Indonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.