Header Ads

Gema Setia Putaran ke 3 Di Kedungwuni

KAJEN - Menurut BKKBN Pernikahan Dini dinilai kurang baik bagi organ repsoduksi,karena usia ideal untuk menikah yaitu laki-laki 25 tahun dan wanita 20 tahun.Namun Di Kabupaten Pekalongan Pernikahan Dini cukup tinggi bahkan menepati urutan ke 3 Se Jawa Tengah.

Hal itu Diungkapkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan,Munafah Asip saat mengunjungi kegiatan rutin Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) di Kecamatan Kedungwuni dan Pengukuhan Gen Pesat,Selasa (30/04/2019).

"Menurut BKKBN usia ideal menikah untuk laki-laki 25 tahun dan wanita 20 tahun,menurut kesehatan usia tersebut merupakan usia kematangan organ reproduksi dan mental,kalau belum matang kan ada masalah sedikit dengan istrinya cepat 'njengil' ya kalau bahasa orang sini....akhirnya cerai,kemudian ekonomi juga masih bergantung sama orang tua,kalau istrinya hamil harusnya suami memberi kesejukan dan rasa aman,tapi kalau belum matang malah bentak-bentak karena belum siap,jadi masalah bisa lebih kompleks sekali,"ungkapnya.

Menurut Munafah Asip,pihaknya bekerjasama dengan Kemenang sudah memberikan penyuluhan dan Pendidikan bagi  calon Pengantin.

"Pernikahan dini paling tinggi di Kecamatan Paninggaran,kedua di Kecamatan Kesesi dan ketiga di Kecamatan Wiradesa.Di paninggarankan banyak yang urban ya jadi dianggap sudah biasa untuk pergaulan bebas,banyak yang sebelum nikah dicek ternayat sudah hamil,"ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Pekalongan,dr.Ida Sulistyawati menuturkan,bahwa acara tersebut merupakan Gema Setia putaran ke 3 di Kedungwuni karena ibu hamil di kecamatan kedungwuni cukup tinggi dan pengukuhan Gen Pesat.

"Jumlah ibu hamil di Kecamatan Kedungwuni ada 1.897, yang beresiko tinggi ada 109 dan ibu hamil yang anemia 26.Untuk yang beresiko tinggi ini kita ada pemriksaan dengan dokter spesialis kandungan,ada USG dan kita verifikasi sudah punya BPJS atau belum,"tandasnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.