Header Ads

Bupati Minta Ustdz/Ustadzah Kuasai Muqri' Yanbu'a

KAJEN - Methodologi tradisional atau methodologi Al-Baghdadi dan methodologi modern atau methodologi transformasi,keduanya  Metodologi Pengajaran Al Qur'an yang sama-sama berkembang di Kabupaten Kabupaten.Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH M.Si saat membuka acara Bimbingan Muqri’ Yanbu’a di MWC NU di Kajen baru baru ini (20/4/2019).

“Pada sistem pengajaran Al-Quran ini hingga sekarang terus-menerus dipikirkan oleh ulama untuk mencari metodologi yang baru yang muaranya agar umat Islam bisa membaca Al-Quran dengan lebih baik  dan cepat,”kata Bupati.

Karena orang sekarang ini menginginkan sesuatu yang serba cepat karena terpengaruh budaya globalisasi, sehingga  secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran kita supaya melakukan hal-hal serba cepat termasuk diantaranya belajar agar bisa cepat membaca Al Quran.

”Menurut beliau, Methode-methode harus segera diciptakan karena seiring dengan perkembangan jaman,”terang Bupati.

Methode pengajaran Al-quran ini memang sangat dibutuhkan mengingat, keberadaan TPQ  di Kabupaten Pekalongan yang mengalami perkembangan yang  signifikan. 

“Saat ini di Kabupaten Pekalongan ada sekitra  1.115 lokal TPQ  dan 500 lebih madrasah Iniyah dan awaliyah “terangnya.

Kita mengenal metode qiroati , methode Iqra , methode Anawiyah , adalagi methode yang disebut dengan methode Amuyasyar ini yang berasal dari Riau, ada puluhan methode baru, semua bertujuan untuk memudahkan anak-anak didik kita supaya lebih mudah dalam memahami Al-quran.

Dalam kesempatanya kali ini Bupati mengajak para ustad dan ustadzah untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, untuk mendapat transfer ilmu sesuai methodologi penelitian. Beliau juga berpesan kepada para ustad dan ustadzah untuk dapat menguasai methode Muqri’ Yanbu’a itu dan diharapkan dapat menyebarkanya kepada anak-anak muda.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.