Header Ads

Provokator Kerusuhan Pemilu 2019 Dilumpuhkan,Dalam Sispamkota

KAJEN - Sispamkota digelar Polres Pekalongan untuk mengantisipasi penanggulangan anarki menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,hal ini sebagai latihan kesigapan anggota agar tidak canggung dan tahu apa yang harus diperbuat saat ada situasi genting saat pelaksanaan Pemilu April 2019 mendatang.

Simulasi pengamanan kota di seputaran Komplek Alun – Alun Kajen  diawali dengan barikade polwan untuk bernegosiasi dan menenagkan massa yang anarkhis. Begitu masa semakin susah dikendalikan pasukan tim Shabara awal langsung memperkuat barisan barikade. Dibantu dengan tim Satwa perlahan berusaha memukul mundur massa yang semakin sulit dikendalikan.

Masa yang semakin anarkis membuat pasukan dalmas lanjut langsung diterjunkan untuk membantu pertahanan. Berbekal tameng dan pentungan berusaha menjinakan masa yang brutal. Tindakan massa yang sudah mengarah pengrusakan dan bakar-bakar membuat pasukan pengurai masa diterjunkan. Serangkaian peringatan dan tembakan peluru hampa ke udara dilepaskan tak membuat massa mundur. Terpakasa petugas melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan provokator. Tim medis yang sudah siaga langsung menangani beberapa masa yang menjadi korban.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si usai pelaksanaan Sispamkota mengatakan,bahwa simulasi yang digelar di jalan Rinjani,menggelar beberapa adegan tentang bagaimana pengamanan pihak kepolisian. Terutama untuk mengatasi kerusuhan yang kemungkinan akan terjadi pada saat pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang.

"Selain ratusan personel kepolisian di turunkan dalam Sispamkota kali ini,Truk penyemprot air, K9 (anjing pembubaran masa), hingga tembakan gas air mata disiagakan,Kita memfokuskan pada pengamanan menjelang pemilu presiden dan legislatif. Mulai dari masa kampanye, saat pemungutan suara, maupun setelah selesai melakukan perhitungan suara," ungkapnya.

Tak hanya itu, tim dari TNI, Satpol PP, dan petugas TPS juga dilibatkan dalam simulasi ini. Kerja sama ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan dan penjagaan saat berlangsungnya pemilu nanti.Meskipun Kapolres Pekalongan meyakini kondisi politik di wilayah Kabupaten Pekalongan relatif aman, namun hal ini masih perlu dilakukan sebagai langkah antisipatif.

”Simulasi ini perlu untuk mengantisipasi adanya konflik horisontal pada saat pencoblosan, tindakan money politics, dan pengerahan masa saat pemilu nanti,”imbuhnya.(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.