Header Ads

Penuhi Permintaan Ekspor,Produksi Buah Manggis Paninggaran Terus Digenjot

KAJEN - Buah manggis merupakan buah daerah tropis yang tumbuh subur di Kabupaten Pekalongan,salah satunya di Kecamatan Paninggaran.Buah manggis paninggaran sangat diminati pasar internasional,tidak heran apabila buah manggis paninggaran sudah di ekspor ke berbagai negara.

Kepala seksi (Kasi) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Rintono, selepas melakukan kunjungan Kebun Manggis di Desa Paninggaran pada Kamis (14/3) mengatakan,bahwa melihat potensi yang besar tersebut, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pekalongan berupaya untuk menggenjot produksi buah manggis. 

"Sementara ini kami dari Pemkab pekalongan upayanya dimulai dengan cara melakukan perubahan sikap dan perilaku petani dulu.Kami memberikan pelatihan-pelatihan dan pembinaan-pembinaan,kami mengajak Petani yang berpikir tradisional menjadi Petani rasional. Tujuannya agar bisa menangkap peluang terhadap permintaan pasar buah manggis yang cukup tinggi,"katanya.

Dikatakan,Pelatihan berupa pembekalan cara budidaya pohon manggis melalui Okulasi dan Stek sehingga bisa mempercepat pertumbuhan pohon manggis. 

"Dari tahun 2015 sampai 2018, DKP  telah melakukan stimulan produksi dengan memberikan bantuan sejumlah 6 ribu bibit manggis sertifikat atau bervarietas ungul, " katanya. 

Dilanjutkan,populasi tanaman manggis di Kecamatan Paninggaran mencapai 23.800 pohon,dari jumlah tersebut terdapat 7.750 pohon produktif yang setiap tahunnya mampu menghasilkan 1.500 ton,sedangkan pohon lainnya belum berproduksi.

"Rata-rata produksi permusim,setiap pohon rata-rata menghasilkan 2 kuintal.Selain Kecamatan Paninggaran yang menjadi sentra produksi buah manggis ada Kandangserang dengan sekitar 9.900 pohon dan ketiga ada Lebak barang dengan 1.900 pohon,"tandasnya.(Ros-Nk)


Diberdayakan oleh Blogger.