Header Ads

Pedagang Kini Bayar Retribusi Pakai Kartu



 Seorang pedagang di Pasar Puri saat menerima kartu yang digunakan untuk membayar e-retribusi. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Seorang pedagang di Pasar Puri saat menerima kartu yang digunakan untuk membayar e-retribusi.
 (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Pati - Para pedagang di pasar saat ini tak perlu kerepotan lagi dalam membayar retribusi. Hal itu lantaran Dinas Perdagangan dan Perindustrian kini telah mengeluarkan system e-retribusi. Sehingga proses pembayaran cukup dengan kartu saja.
Penerapan system e-retribusi yang dinamakan Satrio Pasar itu sendiri mulai digelar pada Senin (25/3) kemarin. Para pedagang di pasar Puri mulai diberikan kartu yang digunakan untuk pembayaran retribusi.
Dengan mekanisme baru itu para pedagang cukup mendepositkan uang untuk pembayaran retribusi. Proses deposit itu pun bisa lewat bank. Setelah terisi, maka pedagang cukup menggesekkan kartunya ke alat penarikan retribusi yang dimiliki petugas pasar.
Bahkan untuk besaran retribusi pun lebih transparan. Para pedagang bisa mengeceknya secara langsung di website. Selain itu proses penarikan retribusi itu pun bisa lebih meminimalisir terjadinya kebocoran.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), BJ Isrhony mengatakan, terobosan penarikan retribusi secara online itu memang dibuat untuk menghindari kebocoran dan mempermudah para pedagang dalam proses pembayaran retribusi.
“Kami bekerja sama dengan DPPKAD dan bank dalam prosesnya. Dengan sistem itu setiap pedagang atau wajib retribusi tinggal cek di internet berapa yang harus dibayar dan tinggal mengisi depositnya. Prosesnya juga sebulan sekali sehingga lebih memudahkan,” terangnya.
Meski progam baru, namun para pedagang cukup antusias. Terlihat dalam tahap awal para pedagang mulai mengurus proses pembayaran dengan system kartu tersebut. Ditargetkan di tahap awal ini penggunaan progam itu bisa dirampungkan.
“Sementara ini ada lima pasar yang kami targetkan untuk penggunaan kartu. Yakni pedagang di Pasar Puri, Tayu, Juwana, Kayen dan Pasar Porda,” terangnya.
Sedangkan untuk pasar lainnya meski belum menggunakan kartu namun sudah menggunakan Id billing, sehingga tinggal setor ke bank. Mekanisme tersebut bahkan sudah berjalan. 
(Suara Merdeka)
Diberdayakan oleh Blogger.