Header Ads

KBRI Sebut Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Utrecht

KBRI Sebut Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di Utrecht
Lokasi penembakan di Kota Utrecht, Belanda. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)
Jakarta - Peristiwa penembakan yang terjadi di Kota Utrecht, Belanda, pada Senin (18/3) kemarin menewaskan tiga orang dan beberapa lainnya mengalami luka berat dan ringan. Namun, dilaporkan tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban.

"Tidak terdapat informasi WNI yang menjadi korbannya," tulis staf Pensosbud Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Renata Siagian, melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).

Peristiwa penembakan ke arah trem itu terjadi pada pukul 10.45 waktu setempat, di daerah 24 Oktoberplein, Kota Utrecht. Seorang pelaku sempat kabur menggunakan mobil Renault Clio curian berwarna merah.

Setelah dikejar, aparat berhasil menangkap pelaku yakni pria kelahiran Turki bernama Gökmen Tanis (37). Setelah kejadian, Menteri Kehakiman dan Keamanan Belanda, Ferd Grapperhaus, menyatakan Badan Koordinasi Keamanan Nasional dan Pemberantasan Terorisme (NCTV) menaikkan tingkat ancaman di Kota Utrecht hingga level 5. Sedangkan di seluruh Belanda diberlakukan status ancaman tingkat 4.

Tujuan dari penetapan level ancaman tersebut adalah agar masyarakat waspada, tetapi tetap tenang.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit di UMC di Utrecht.

Dalam jumpar persnya, Perdana Menteri Mark Rutte menyampaikan belasungkawa dan simpatinya kepada para korban. Dia menyatakan polisi dan aparat terkait setempat masih terus melakukan penyelidikan mengenai insiden tersebut.

Rutte menyatakan tidak menutup kemungkinan insiden tersebut merupakan serangan teror.

 Wali Kota Utrecht, Jan Van Zanden, menyatakan kejadian penembakan tersebut sangat buruk dan radikal yang telah memakan korban jiwa. Dia turut menyampaikan simpati dan bela sungkawa kepada para keluarga korban.

(CNN Indonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.