Header Ads

FPBI Bertugas Beri Rekomendasi Bupati

KAJEN Dewan pengurus Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Pekalongan periode 2017-2022 dikukuhkan, di aula lantai I Sekretariat Daerah, Kamis (21/3/2019).Nantinya tugas FPBI yaitu menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan ormas, pemuka masyarakat, etnis, suku dalam rangka mengidentifikasi dan mencegah potensi konflik yang mungkin timbul serta upaya penyelesaiannya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Haryanto Nugroho, S.STP dalam sambutannya dalam pelantikan tersebut.

“Disamping itu, tugas FPBI adalah memberikan rekomendasi kepada Bupati, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan yang berkaitan dengan persaudaraan bangsa Indonesia,” terang Haryanto.

Selaras dengan tugas FPBI tersebut, kata Haryanto, usai pengukuhan pengurus digelar kegiatan harmonisasi kerukunan antar umat beragama dan kepercayaan, dengan harapan output yang ingin dicapai yaitu menghasilkan poin-poin rekomendasi FPBI Kabupaten Pekalongan yang dapat disampaikan kepada Bupati untuk dijadikan bahan pertimbangan membuat kebijakan.

Sementara itu dikatakan Bupati Asip Kholbihi,dibentuknya FPBI merupakan upaya untuk menjaga persatuan dan keamanan. 

"Di Kabupaten Pekalongan belum pernah terjadi konflik tentang suku dan ras, namun terjadinya gesekan di masyarakat perlu diwaspadai," katanya.

Bupati Asip menceritakan, pada 1950 pernah terjadi peristiwa yang hampir memecah belah persatuan masyarakat Kabupaten Pekalongan

"Pada saat itu etnis Tionghoa dipersenjatai oleh Belanda, mereka hampir bentrok dengan pemuda di Kedungwuni. Dan hampir terjadi pertumpahan darah," jelasnya.

Namun permasalahan tersebut, dipaparkan Bupati, bisa diselesaikan dengan perundingan seluruh elemen masyarakat.

 "Kami berharap model penyelesaian seperti yang sudah diwariskan oleh para leluhur, bisa diterapkan FPBI Kabupaten Pekalongan ketika mendapati permasalahan di masyarakat," tambahnya.(Ros-Nk)

Diberdayakan oleh Blogger.