Header Ads

Bawaslu Panggil Ormas Islam Terkait Selebaran Provokatif

KAJEN - Selebaran provokatif yang menyudutkan beberapa Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dapil X beredar di Kabupaten Pekalongan,tepatnya di Kecamatan Wonopringgo,untuk itu Bawaslu Kabupaten Pekalongan dan Polres Pekalongan mengundang sejumlah organisasi islam yang namanya tercantum dalam selebaran tersebut,Senin (11/03/2019).


Beberapa organisasi massa Islam yang dipanggil karena namanya tercatut di selebaran tersebut yaitu  KAMMI, HMI, Ansor, IPPNU, FPI, Pemuda Muhammadiyah, PMII, dan Banser. Namun,semua ormas islam tersebut mengaku tidak  pernah membuat selebaran provokatif yang berbau SARA tersebut.

Sumar Rosul,Perwakilan dari Partai PDIP Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa  selebaran tersebut tidak benar dan memecah belah republik indonesia.

"Itu fitnah,tidak sekedar hoax,itu memecah belah republik indonesia,sehingga saya meminta agar aparat kepolisian menangkap pelaku penyebar selebaran tersebut yang sudah ada dibeberapa lokasi,sampai dengan keakar-akarnya sehingga tidak membuat gaduh,"ungkapnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan,Ahmad Dzulfahmi menjelaskan bahwa pihaknya mendapat selebaran dari masyarakat,sehingga pihaknya memanggil nama-nama ormas yang tercantum untuk memastikan apakah benar organisasi-organisasi islam tersebut yang membuat selebaran tersebut.

"Dari hasil undangan kami,semuanya menjawab tidak membuat selebaran tersebut,sehingga kami memanggap selebaran tersebut adalah hoax,"tuturnya.

Dikatakan,setelah pihaknya mengkaji dari data awal dan dicocokan dengan pasal 280 ternyata tidak memenuhi subjek hukum,sehingga Bawaslu menganggap kasus tersebut bukan pidana pemilu.

"Setelah kita mengkaji data awal tersebut, kita cocokan Pasal 280 ternyata tidak memenuhi subjek hukum, sehingga kita rapatkan bersama bahwa ini bukan pidana Pemilu, bukan pelanggaran Pemilu,” pungkasnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.