Header Ads

Lima Siswa Pelaku Penganiayaan Diperiksa

KAJEN - Kasus penganiayaan AM siswa SMP NU Pajomblangan Kabupaten Pekalongan yang dilakukan oleh kakak kelasnya dan  dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Pekalongan,terus dilakukan upaya penyelesaian oleh Polres Pekalongan.

Setelah kemarin Korban bersama pihak keluarga dimintai keterangan oleh Polres Pekalongan,hari ini Senin (4/1/2019) giliran para Pelaku yang berjumlah lima orang diperiksa Polres Pekalongan.

"Kemarin kita sudah mintai keterangan dari bapak dan kakak korban,dan hari ini dilanjutkan dari pihak pelaku,tentunya kita bekerja dulu secara personal dulu dengan berpedoman pada UU perlindungan anak dan KUHP,"ungkap Kapolres Pekalongan,AKBP Wawan Kurniawan.

Dikatakan,saat ini para pelaku masih berstatus saksi,namun pihaknya tetap melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sesuai dengan aturan atau SOP,Pihaknya juga akan berusaha menyelesaikan kasus tersebut dangan cara yang terbaik bagi kedua belah pihak.

"Pelaku berdasarkan laporan korban ada tujuh,hari ini pelaku perekam video dan penyebar video juga akan ikut diperiksa,"katanya.

Roni,salah satu orang tua pelaku yang ikut mendampingi anaknya ke Polres Pekalongan,mengungkapkan,bahwa sebelumnya pihak keluarga Korban dan keluarga Pelaku sudah bertemu tapi memang belum ada titik kesepakatan sehingga keluarga Korban melaporkan ke Satreskrim.

"Pada tanggal 20 januari itu sudah ada kesepakatan untuk para pelaku memberikan uang Rp.1 juta tapi karena tidak ada surat tertulisnya sehingga kemudian berubah dari orang tua Korban meminta  Rp. 5 juta,kami masih keberatan sehingga dilaporkan ke satreskrim ini,"ungkapnya.

Ditambahkan Roni,Pihaknya berharap kasus tersebut dapat diselesaikan dengan baik mengingat Korban dan Pelaku juga masih anak-anak serta masih memerlukan bimbingan dari keluarga,sekolah dan seluruh pihak.  

Sementara itu,Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan,Sumarwati mengatakan, bahwa pihaknya turut prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut.

"Kemarin kami langsung mengadakan pembinaan kepada Kepala Sekolah dan guru-guru supaya lebih meningkatkan perhatian kepada anak-anak,karena SMP itu usia labil dan masa pubertas jadi tidak hanya transfer ilmu tapi juga mendidik,"ungkapnya

Pihaknya berharap,kasus tersebut cepat diselesaikan tanpa meninggalkan aspek hukum dan memperhatikan masa depan anak-anak,karena bagaimanapun anak-anak masa depannya masih panjang.

(Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.