Header Ads

Aniaya Kucing,ML Ternyata Gangguan Jiwa

KAJEN - Video penganiayaan seekor kucing sempat menggegerkan dunia maya,video berdurasi 15 detik tersebut memperlihatkan seekor kucing yang sudah mati tak berdaya diikat tali lalu diseret sembari naik motor.Video tersebut terjadi di sebuah ruas jalan masuk Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan,pada sekira pukul 11.30 Wib,Minggu (10/2/2019).

Aksi pemuda bernama ML (29) warga Desa Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan tersebut,direkam oleh seorang warga yang kebetulan melintas di jalan tersebut,namun tidak berani menegur ulah pelaku lantaran takut terjadi perselisihan.

Aparat Kepolisian setelah mendengar informasi terkait viralnya video aksi penganiayaan kucing,  langsung bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan. Dan tak butuh waktu lama polisi bisa mengidentifikasi pelaku yang ada dalam video tersebut.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom menyampaikan,bahwa setelah mendapat informasi adanya hal tersebut,anggotanya langsung mendatangi rumah pelaku.
 
"Dari keterangan pihak keluarga ML diketahui bahwa pelaku merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Dan pada usia sekitar 22 tahun . ML pernah belajar ilmu kebatinan dan mengalami gangguan jiwa,"ungkapnya.

Dikatakan,semenjak mengalami gangguan jiwa, ML oleh pihak keluarga sudah mulai dibawa berobat jalan di Kimia Farma dan ditangani oleh seorang Dokter. Selain itu, dari pihak keluarga juga sempat berobat ke ustadz dan kyai.

"Pengobatan terakhir ML diketahui sekitar bulan November 2018 sebelum ia berangkat ke kapal sebagai ABK untuk mencari ikan. Dan pada tanggal 23 Februari 2019 pihak keluarga ditelphon pihak kapal untuk menjemput ML didaerah Sumatra karena penyakit gangguan jiwanya tersebut kambuh,"tuturnya.
 
Adapun,setelah viralnya video aksi ML menyeret kucing tersebut, pada hari yang sama viralnya video tersebut,sekira pukul 14.00 Wib,selanjutnya pihak keluarga ML dan perangat Desa Bebel (Lebe) langsung membawanya ke Rumah Sakit H. Junaidi Pekalongan guna mendapatkan proses penanganan Tim Medis.(Ros-Nk)


Diberdayakan oleh Blogger.