Header Ads

Tidak Bisa Berdandan,Badur Tega Aniaya Istrinya

KAJEN -  Badur (31) tega menganiaya istrinya lantaran tidak bisa berdandan,Badur (31) warga Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, akhinya ditangkap oleh aparat Polsek Kedungwuni setelah mendapatkan laporan dari istrinya pada sekira pukul 11.00 Wib,Selasa (22/1/2019).

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom mengatakan bahwa Pelaku ditangkap lantaran melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah  atau KDRT terhadap istrinya sendiri yaitu MA (23).

“Kami pihak kepolisian sudah mengamankan pelaku yang diduga melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga, dalam hal ini yang menjadi korban adalah istri pelaku sendiri,” ucap kasubbag Humas

Kejadian bermula pada sekira pukul 20.00 WIb Sabtu,19 Januari 2019,Pelaku bersama istrinya pergi menghadiri hajatan alias Kondangan di Desa Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.Setelah selesai acara,Pelaku dan Korban pulang ke Kos yang berada di Desa Podo Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
 
Namun didalam perjalanan pulang,Korban dimarahi Pelaku dengan alasan membuat malu karena tidak bisa dandan.Kemudian Pelaku menusuk-nusuk lutut Korban menggunakan kontak sepeda motor hilang berulang kali.

Setelah sampai kos Pelaku  melepas helm yang sebelumnya dipakai dan memukulkan kearah wajah Korban  sebanyak satu kali, hingga Korban  mengeluarkan darah dibagian hidung. Merasa belum puas melampiaskan amarahnya, Pelaku kemudian menendang menggunakan kaki kanan kearah kening Korban sebanyak satu kali.

Mendapat kekerasan dari Pelaku kemudian Korban berinisiatif pergi ke rumah salah satu kerabat korban untuk menginap dirumahnya. Saat Korban ditempat kerabatnya tersebut Korban menceritakan apa yang dialaminya tersebut.
 
Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 10.00 Wib  Pelaku atau Suami Korban datang kerumah kerabat istrinya tersebut, dengan maksud untuk menjemput Istrinya. Namun Korban menolak, karena Pelaku mengancam Korban hendak membunuhnya apabila tidak menuruti kemauannya untuk pulang ke kos. Karena takut Korban menuruti kemauan dari Pelaku atau suaminya untuk pulang ke kos. 

Kasubbag Humas Iptu Akrom mengatakan Pelaku akhinya ditangkap selang 30 menit setelah menerima laporan dari Korban,selanjutnya Korban dibawa ke Polsek Kedungwuni untuk pemeriksaan lebih lanjut.
 
"Atas perbuatannya tersebut Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang ancaman hukumannya pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak lima belas juta rupiah ( Rp.15.000.000,-),"pungkasnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.