Header Ads

Tekan Angka Kematian Bayi Dan Gizi Buruk,Berburu Balita Digencarkan

KAJEN - Berburu balita di Kota Santri,diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Ida Sulistiani dalam acara Penyuluhan Gizi untuk Tumbuh Kembang Anak, bertajuk Anakku Sehat Anakku Kuat, bersama Amway di pendapa rumah dinas Bupati Pekalongan, Kamis kemarin (17/1).  

Berburu balita di Kabupaten Pekalongan dimaksudkan untuk menekan angka kematian bayi akibat gizi buruk dan kekurangan gizi bagi anak-anak usia di bawah lima tahun (balita), untuk dilakukan penanganan khusus.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Ida Sulistiani, dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan bersama CSR Amway, perusahaan Amerika di Jakarta itu dilakukan sebagai bentuk kelanjutan kerjasama penanganan mal gizi di Kabupaten Pekalongan, karena jumlah angka kematian bayi tinggi.

"Sejak dilaksanakan kerjasama tersebut, terjadi pengurangan signifikan terhadap angka gizi buruk, di tahun 2017 dengan jumlah 53 penderita, di tahun 2018 menjadi 48. Kemudian, untuk kurang gizi dari jumlah 500 di tahun lalu, sudah habis hanya menyisakan 2 persen saja," katanya.

Dikatakan,walaupun telah terjadi penurunan drastis, namun pihaknya bersama komponen terkait dan pendampingan dari Amway melakukan aksi berburu balita, dan sekarang ini menemukan kasus baru sebanyak 475 anak terindikasi kekurangan gizi.

"Masalah mal gizi terjadi karena adanya kurang pengetahuan orang tua, kemudian pola asuh managemen anak, karena ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), tidak memahami gizi selama kehamilan. Kalau dalam kandungan sudah kurang energi kronik, kalau tidak diintervensi dengan gerakan bersama, akan lahir anak dengan potensi gizi dan stunting," tandas dr Ida.

Karena itu pihaknya melibatkan semua pihak lintas sektor terkait, Kementerian Agama (Kemenag), PKK, calon pengantin, pihak swasta dan lainnya, mempersiapkan ibu hamil yang sehat, dengan cara senantiasa berburu di seluruh wilayah.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menambahkan,walaupun sudah ada penurunan signifikan, tapi terus bekerja keras,  agar seluruh balita sehat, tidak mengalami stunting, gizi buruk dan kekurangan gizi,Karena menurut Bupati, stunting setidaknya dikarenakan beberapa faktor seperti pendapatan, lingkungan, dan pola asuh anak. 

Sementara itu,Ketua PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi, menyebutkan bahwa melihat kondisi banyaknya angka kematian bayi, pihaknya tergerak untuk ikut bersama melakukan pengentasan mal gizi.

"Semua pihak dilibatkan termasuk gerakan CSR Amway yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, karena masalah ini harus ditangani bersama, tidak cukup hanya pemerintah saja," terang Munafah. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.