Header Ads

Siap Edarkan Ratusan Juta Uang Palsu,Tiga Residivis Ditangkap

KAJEN - Tiga orang  pengedar uang palsu ditangkap aparat Polres Pekalongan,dari tangan tersangka yang juga merupakan residivis diperoleh barang bukti berupa uang palsu sebanyak Rp.150 juta,yang rencananya akan dijual ke warga Bojong sebesar Rp.70 juta.Hal tersebut terungkap dalam ekspos yang digelar di Mapolres pekalongan,Rabu (30/1).

Kapolres Pekalongan,AKBP Wawan Kurniawan mengungkapkan bahwa barang bukti uang palsu (Upal) sejumlah Rp. 150 juta tersebut,terdiri dari uang pecahan 100 ribuan sebanyak 1.500 lembar. 

"Ketiga tersangka ditangkap pada 29 januari 2019 di Jalan MT Haryono, Alfamart wilayah Gumawang Wiradesa.Ini sudah jelas ada tulisan uang mainan,tapi Tersangka menutupinya dengan kertas atau tulisan 10 juta satu bendelnya,ada juga yang dalam satu bendel itu depannya uang asli dan belakangnya uang asli tapi tengahnya uang palsu,"ungkapnya.

Disebutkan,ketiga tersangka yakni Aziz warga Wonosobo, Ahmad Murtaqi warga Banyumas, dan Tuhari warga Banjarnegara.Tersangka mengaku membeli uang palsu tersebut dari  kholek warga Genuk Semarang.

"Mereka mengaku mendapatkan upal dari tersangka Kholek warga Genuk, Semarang, yang saat ini sedang buron,Kholek adalah temannya Ahmad Mutaqi yang bertemu di Lapas Batang.Setelah keluar dari lapas diajak kerumah saudara Tuhari menawarkan uang 100 juta dibeli dengan uang asli Rp 500ribu,"tandas Kapolres.

Dilanjutkan,Pihaknya akan memperdalam kasus tersebut,apakah Kholek mencetak uang palsu sendiri atau membeli juga.

Selain Upal, Polisi berhasil mengamankan 3 unit Hape, tas cangklong, dan 1 unit sepeda motor Nopol G 2449 CK. 

Ia melanjutkan ketiga pelaku merupakan residivis yang sebelumnya telah mengedarkan upal di wilayah Kabupaten Batang dan pernah mendekam di Rutan Rowobelang dengan kasus yang sama. 

"Ketiga Pelaku diancam  pasal 36 ayat 2 dan pasal 34 ayat 2 UU RI no 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun ," terang Kapolres. 

Sementara itu,Penyelia kasir KPW BI Tegal,Bambang Anggoro mengatakan bahwa pihaknya disini hanya berwenang untuk menjelaskan keaslian uang rupiah.
"Uang yang disita dari Tersangka jelas bukanlah uang asli,ada dua kemungkinan tehnik cetak uang palsu ini,yakni tehnik inject  atau laser dengan menggunakan alat mikroskop portabel,ini jelas kelihatan,"tandasnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.