Header Ads

NU Peduli Dilaunching

KAJEN  - NU Peduli yang merupakan kegiatan bersama PC LKKNU, PC LAZISNU, PC LPBINU dan PC LPBHNU, dilaunching pada Minggu (20/1/2019)  setelah acara Suluk Bumi Santri  bersama Lesbumi (Lembaga Seni Budya Muslimin Indonesia) PCNU Kabupaten Pekalongan, di Balai Desa Lebakbarang Kecamatan Lebakbarang. Sabtu malam Minggu kemarin (19/1/2019)

Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si  dalam acara tersebut mengatakan bahwa,kegiatan Suluk Bumi Santri ini adalah sarana kita untuk bersama-sama membangun dan nguri-uri budaya yang sudah diwariskan oleh nenek moyang. 

"Dahulu nenek moyang kita membangun budaya yang dinamakan “kumpul-kumpul. Sehingga ada kalimat "Mangan ora mangan asal kumpul". Itu adalah budaya yang maknanya bahwa bangsa Indonesia ini masyarakatnya adalah masyarakat sosial. Dengan berkumpul atau jamaah, apalagi yang dibahas adalah mengenai hal-hal kebaikan, maka insya Allah akan mendatangkan keberkahan bagi kita semua,"kata Bupati.

Acara dengan tema “Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Melestarikan Seni Budaya” tersebut, dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan asal Lebakbarang Hj. Endang, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, Ketua DKD Kabupaten Pekalongan Djoko, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan Gus Eko Ahmadi.

Dalam acara yang dikemas dialog interaktif, Lazisnu Kabupaten Pekalongan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 12 siswa-siswi SD asal Lebakbarang. Disamping itu, Bupati Pekalongan juga memberikan beasiswa bagi 1 siswa SMA dan kepada 5 mahasiswa.

Disamping kegiatan Suluk Bumi Santri dan Launching NU Peduli, PCNU Kabupaten Pekalongan pada esok harinya yakni Minggu (20/1/2019) melakukan gerakan penanaman 250 bibit tanaman holtikultura dan penebaran 5000 benih ikan air deras di hulu Sungai Sengkarang. 

Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslikh Khudhori, M.S.I saat melakukan penanaman pohon dan penebaran benih ikan mengatakan, NU hadir di muka bumi harus bisa membawa rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Kerusakan alam kata dia, adalah akibat ulah tangan manusia. "Maka NU harus bisa mencegah kerusakan alam, karena alam karunia Allah ini pada hakekatnya bukan hanya milik kita saja, tetapi juga milik anak cucu kita," tuturnya. (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.