Header Ads

Kabupaten Pekalongan Masuk 10 Besar Endemis DBD

KAJEN - Memasuki musim penghujan,masyarakat Kabupaten Pekalongan harus mewasdai penyakit demam berdarah dangue (DBD),mengingat Kabupaten Pekalongan masuk 10 besar di Jawa Tengah daerah endemis DBD.

Kasi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Pekalongan,Yuhdi Syuhada mengungkapkan bahwa kasus DBD memang meningkat di bulan januari - mei,sedangkan pihaknya akan mengevaluasi di Bulan maret.

"Ada 50 desa endemis DBD di kabupaten Pekalongan,jika desa tersebut tiga tahun berturut-turut ada penderita DBD,maka desa tersebut masuk desa endemis.Desa tertinggi seperti Kajen,gandarum,nyamok itu tertinggi di daerah ibukota,kalau kedungwuni,karangdadap,bojong juga endemis.Biasanya memang januari -mei kasus meningkat,"ungkapnya.

Dikatakan,untuk antisipasi pihaknya meminta kepada pihak puskesmas untuk menekan kasus demam berdarah dangue.Salah satu caranya adalah memberantas sarang nyamuk atau PSN dengan rutin,terutama dibulan januari-mei.

"Jika desa endemis ada 50 desa berarti tiap kecamatan ada 2 atau 3 desa,kita minta pada puskesmas untuk memangkas desa endemis,paling tidak dalam setahun 1 desa diselesaikan agar tidak endemis lagi,"tandasnya.

Sementara itu,Kabid Pencegahan Penyakit,Budi Daryono mengatakan,bahwa kasus DBD tiap tahun mengalami penurunan,namun memang masih tergolong tinggi.Pada tahun 2017 ada 203 kasus DBD dan pada 2018 kemarin ada 195 kasus.

"Kemarin penyemprotan atau fogging sudah ada 4 kali pada awal tahun 2019 ini,kemarin di kesesi besok ada di karanganyar,"imbuhnya.  (Ros-Nk)
Diberdayakan oleh Blogger.