Header Ads

Hasil Survei Sebut Trump Biang Kisruh Pemerintah AS Tutup

Hasil Survei Sebut Trump Biang Kisruh Pemerintah AS Tutup
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta - Sebagian warga Amerika Serikat menyalahkan Presiden Donald Trump menjadi biang kekisruhan dan harus bertanggung jawab atas situasi di sana karena menutup (shutdown) sebagian pemerintahan. Hal itu terungkap dari hasil jajak pendapat yang digelar CNN dan lembaga survey SSRS, pada Senin (14/1).

Dari hasil jajak pendapat, 55 persen masyarakat cenderung menyalahkan dan menyatakan Presiden Trump bertanggung jawab atas penutupan daripada Demokrat di Kongres.

Sedangkan 32 persen menyatakan kesalahan sebagian besar terletak pada Demokrat. Kemudian sembilan persen mengatakan keduanya bertanggung jawab. 


Jajak pendapat CNN dilakukan oleh SSRS pada 10 hingga 11 Januari, dengan sampel nasional acak yang terdiri dari 848 orang dewasa yang dihubungi melalui telepon rumah atau ponsel oleh pewawancara langsung. Hasil jajak pendapat memiliki tingkat kesalahan pengambilan sampel plus atau minus 4,1 poin persentase.


Negosiasi antara Presiden dan pemimpin kongres terhenti karena tampaknya tidak ada pihak yang bersedia untuk mengalah sehubungan dengan anggaran pembangunan tembok disepanjang perbatasan AS-Meksiko. Gagasan tersebut tetap tidak populer di kalangan masyarakat, berdasarkan jajak pendapat.

Secara keseluruhan, 56 persen peserta jajak pendapat menentang pembangunan dinding, 39 persen responden mendukungnya. Jumlah itu hampir persis sama dengan presentase pada Desember 2018.

Sedangkan yang menentang adanya krisis di perbatasan dengan Meksiko mencapai 52 persen, dan yang sepakat terjadi krisis mencapai 45 persen.


Di antara mereka yang melihat situasi sebagai krisis, sebagian besar merasa tembok perbatasan akan membantu memperbaiki keadaan. Kelompok yang merasa seperti itu hanya berjumlah 31 persen dari jumlah orang dewasa AS.

Perbedaan pendapat juga terjadi di ranah partai. Hampir sembilan dari sepuluh anggota Partai Demokrat menentang pembangunan tembok perbatasan itu. Sementara delapan dari sepuluh Partai Republik mendukungnya.

Sedangkan tujuh dari sepuluh anggota Partai Republik mengatakan situasi di perbatasan adalah krisis, dan dua pertiganya percaya tembok akan memperbaikinya.

Sementara sekitar tiga perempat anggota Partai Demokrat mengatakan tidak ada krisis, dan hanya empat persen merasa adanya tembok tersebut dapat memperbaiki situasi.


Secara keseluruhan, mereka yang setuju dengan sikap Presiden Trump dalam jajak mencapai 37 persen, dan 57 persen tidak setuju. 

(CNN Indonesia)
Diberdayakan oleh Blogger.